4 Fakta Modal Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga Desain yang Mirip Komodo, Cek Juga Kecanggihannya : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

4 Fakta Modal Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga Desain yang Mirip Komodo, Cek Juga Kecanggihannya : e-Kompas.ID Economy



JAKARTA – Proyek kereta cepat Jakarta – Bandung alami pembengkakan investasi. Nilai proyek investasi proyek tersebut yang mulanya Rp86,5 triliun berubah menjadi Rp114,2 triliun. Jika dikalkulasikan, proyek ini akan balik modal paling cepat 33 tahun.

Berikut fakta-fakta kereta cepat Jakarta-Bandung yang dirangkum di Jakarta, Minggu (7/11/2021).

1. Baru Bisa Balik Modal 1 Abad Lebih

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan memberikan keuntungan dalam waktu cepat. Berdasarkan perhitungan simulasi dari Ekonom Senior Faisal Basri, proyek kereta cepat Jakarta – Bandung baru akan balik modal 139 tahun lagi.

“Dengan investasi Rp114 triliun, saya simulasikan kalau seat cuma 50%, trip cuma 30 kali sehari dan harga tiket diturunkan jadi Rp250.000 maka balik modalnya 139 tahun. Ini tidak memperhitungkan biaya operasi,” ujarnya dalam Webinar Dampak Investasi China untuk Indonesia.

Baca Juga: Balik Modal Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lebih dari 1 Abad, Ini Hitung-hitungannya

Sementara dengan nilai investasi yang sama, jika kursi yang terisi hanya 60% dengan jumlah trip sebanyak 35 kali dan harga tiket sebesar Rp300.000 maka balik modal menjadi 83 tahun.

2. Proyek Dikebut karena Dapat PMN dan Pendanaan dari China

Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dikebut setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait dengan penyertaan modal negara (PMN).

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan, progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini sudah mencapai lebih dari 79%.

“Bahkan saat ini, rangkaian kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang di Qingdao, China, dengan sistem manajemen mutu terstandarisasi internasional ISO 9001,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga: Waduh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Baru Bisa Balik Modal 1 Abad Lebih

Dwiyana mengatakan, masuknya investasi pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku leading konsorsium itu bakal mengakselerasi pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat dampak pandemi Covid-19.

3. Bawa Teknologi Baru

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) akan menjadi ajang transfer pengetahuan dan teknologi bagi sumber daya manusia di bidang konstruksi dalam negeri.

“Sejak awal pembangunan, proyek KCJB membawa banyak teknologi dan metode-metode baru di bidang konstruksi. Hal ini otomatis akan memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi perencana pembangunan maupun pelaksana untuk perancangan metode kerja di proyek di Indonesia selanjutnya,” kata Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi seperti dilansir Antara di Jakarta.

Dia menjelaskan salah satu transfer teknologi dan pengetahuan yang terjadi dari China ke Indonesia melalui proyek KCJB adalah penerapan metode Cast in Situ untuk full span girder.

 4. Desain yang Mirip Komodo

Desain EMU yang digunakan pada KCJB memiliki muatan lokal. Pada desain eksterior, EMU untuk proyek KCJB memiliki warna merah dan silver dengan bentuk luar yang sekilas mirip Komodo. Hal ini tercermin pula di eksterior EMU KCJB yang menggunakan motif corak segitiga yang merepresentasikan sisik Komodo.

Warna merah pada desain eksterior EMU mengambil inspirasi dari warna Merah Putih bendera kebangsaan Indonesia. Sehingga, warna merah pada dinding samping dan bagian depan yang bergerak saat EMU KCJB melaju akan mengingatkan pada bendera yang berkibar serta memupuk rasa bangga pada tonggak sejarah transportasi massal modern yang pertama di Asia Tenggara ini.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *