8 Fakta Unik Gatot Soebroto, Jenderal yang Panggil Soeharto Monyet : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

8 Fakta Unik Gatot Soebroto, Jenderal yang Panggil Soeharto Monyet : e-Kompas.ID Nasional


JENDERAL Gatot Soebroto seorang pahlawan nasional yang namanya diabadikan di jalan protokol dan Rumah Sakit TNI Angkatan Darat. Ia salah satu tokoh perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

Lahir di Banyumas pada 10 Oktober 1907, Gatot Soebroto atau Gatot Subroto meninggal di Jakarta pada 11 Juni 1962. Jenazahnya dimakamkan di di Ungaran, kabupaten Semarang.

Di balik sosoknya yang tegas dan berpengaruh, ada beberapa fakta menarik tentang Jenderal Gatot Soebroto sebagai berikut.

1. Tentara 3 Zaman

Gatot Soebroto dijuluki Tentara 3 Zaman. Ia memulai karier militernya dengan menimba ilmu di sekolah militer KNIL, Magelang, setelah sebelumnya sempat bekerja sebagai pegawai negeri. Setelah lulus, ia dikirim ke Padang Panjang sebagai sersan kelas II.

Selama pendudukan Jepang, Gatot bergabung dengan Peta (Pembela Tanah Air) dan menjadi Komandan Kompi di Banyumas. Setelah kemerdekaan, ia bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang menjadi cikal bakal TNI.

Gatot Soebroto adalah tentara tiga zaman: masa penjajahan Belanda, Jepang, dan kemerdekaan Indonesia.

2. Berani Panggil Soeharto ‘Monyet’

Fakta unik lainnya adalah keberaniannya memanggil Soeharto dengan sebutan ‘monyet’. Peristiwa ini terjadi ketika mereka berdinas di kemiliteran serta merupakan serdadu KNIL. Memanggil orang dengan nama binatang adalah hal yang lumrah di KNIL.

“Hei monyet, mari ke puncak sini,” kata Gatot kepada Soeharto di pertempuran Palagan Ambarawa.

Gatot juga menjadi penyelamat Soeharto ketika ia hampir dipecat dari Angkatan Darat karena kasus penyelundupan.

3. Pendidikan dan Karier Awal

Setamat pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Gatot tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tetapi menjadi pegawai. Pada tahun 1923, ia memasuki sekolah militer KNIL di Magelang. Ia sempat menjadi sersan kelas II di Padang Panjang sebelum mengikuti pendidikan lanjutan di Sukabumi.

Meski bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang, Gatot tetap solider terhadap rakyat kecil, sering memihak mereka dan menentang kekejaman Jepang.

4. Pembela Rakyat dan Tokoh Kemerdekaan

Setelah kemerdekaan, Gatot membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan menjabat sebagai Kepala Siasat sebelum menjadi Panglima Divisi II. Ia berperan penting dalam pertempuran Ambarawa dan penumpasan PKI pada peristiwa Madiun 1948. Gatot Soebroto juga berhasil menumpas pemberontakan Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) pada tahun 1952 dan PRRI/Permesta di Sumatra dan Sulawesi Utara.

5. Diabadikan Sebagai Nama Rumah Sakit

Nama Gatot Soebroto diabadikan sebagai nama rumah sakit di Senen, Jakarta Pusat. Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto menghormati jasa-jasanya untuk Indonesia. Rumah sakit ini pertama kali dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1819 dengan 400 tempat tidur.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

6. Diabadikan Sebagai Nama Jalan

Selain rumah sakit, nama Gatot Soebroto juga digunakan sebagai nama jalan di berbagai kota di Indonesia. Di DKI Jakarta, Jalan Gatot Soebroto membentang sepanjang 6,7 km. Kota Cimahi dan Purwokerto juga memiliki jalan yang dinamai Gatot Soebroto.

7. Penghargaan dan Gelar Pahlawan Nasional

Pemerintah Indonesia memberikan penghargaan dengan mengangkat Gatot Soebroto sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini tertuang dalam SK Presiden RI Nomor 222 tahun 1962, seminggu setelah dirinya meninggal dunia pada 11 Juni 1962.

8. Pelindung Agama Buddha dan Masuk Islam

Gatot Soebroto dikenal sebagai pelindung agama Buddha dan sering hadir dalam berbagai upacara keagamaan Buddha. Namun, sesaat sebelum wafat, Gatot Soebroto mengucapkan syahadat di depan seorang ulama Islam, dan meninggal dalam keadaan Islam.

Jenderal Gatot Soebroto meninggal pada 11 Juni 1962 dan dimakamkan di desa Mulyoharjo, Ungaran, Jawa Tengah. Seminggu setelah kematiannya, ia dianugerahi gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional oleh pemerintah Indonesia sebagai pengakuan atas jasa-jasanya yang luar biasa bagi bangsa dan negara.

Follow WhatsApp Channel e-Kompas.ID untuk update berita terbaru setiap hari



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 e-Kompas.ID