Begini Strategi Pemulihan Pariwisata Kulon Progo di Tengah Corona : e-Kompas.ID Travel - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Begini Strategi Pemulihan Pariwisata Kulon Progo di Tengah Corona : e-Kompas.ID Travel



DINAS Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berusaha memulihkan dan meningkatkan kualitas sektor pariwisata dalam rangka mendongkrak kunjungan wisatawan pada masa pandemi COVID-19 dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo Joko Mursito di Kulon Progo, Minggu (14/2/2021), mengatakan pada masa pandemi COVID-19 memang sangat berdampak pada kegiatan dan usaha pariwisata di Kulon Progo, sehingga di tahun 2021 ini, Dispar tidak terlalu berfokus pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor tersebut.

Baca juga: 5 Geopark Indonesia yang Diakui UNESCO, Kaldera Toba Sampai Rinjani

“Kami lebih mengutamakan upaya pemulihan dan peningkatan kualitas wisata di tingkat masyarakat. Salah satunya kami lakukan dengan upaya penguatan kelembagaan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat,” kata Joko.

Ia mengatakan kegiatan pariwisata di 2021 ini pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 12 kegiatan. Diantaranya, Kiskendha Mrahaswara, Menoleh ke Menoreh, Romansa Pansela, Pembuatan Film Dokumenter Pariwisata Unggulan, Pengelolaan Destinasi Pariwisata, Penetapan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), Bimtek Jasa Usaha Pariwisata, Pembinaan dan Pengawasan Usaha Jasa Pariwisata (UJP), Sertifikasi Profesi UJP, Fam Trip, Gelar Ekonomi Kreatif dan Pelatihan SDM Pelaku Pariwisata.

Anggaran kegiatan yang bersumber dari dana APBD di tahun 2021 diperkirakan akan mengalami recofusing sebesar 50 persen. Sementara untuk kegiatan yang bersumber dari dana keistimewaan, maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) masih menunggu keputusan pemerintah daerah.

Baca juga:  7 Wisata Pantai di Lampung Paling Rekomended, Gigi Hiu hingga Tanjung Setia

“Mengingat masih dalam situasi pandemi COVID-19 untuk pelaksanaannya nanti akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan digelar secara dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring),” katanya.

Humas Pengelola Wisata Pulepayung, Eko Purwanto menyampaikan bahwa jumlah wisatawan di destinasi yang ia kelola memang mengalami penurunan. Selain itu, karena penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PTKM) mayoritas pengunjung yang datang hanya wisatawan lokal.

“Saat ini Pule Payung juga tidak mengoperasikan semua spot wisata. Kami juga menerapkan kunjungan tanpa tarif di sejumlah spot foto agar bisa menarik minat wisatawan,” katanya.

(sal)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *