Heuristika Hukum Jadi Trending Pembahasan Dunia Hukum - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Heuristika Hukum Jadi Trending Pembahasan Dunia Hukum

Akademik Sambut Baik Penerapan Heuristika Dalam Proses Pemidanaan

“Dalam memutus perkara jangan hanya terpaku pada aturan normatifnya saja, tetapi harus berpikir secara holistik dan progresif dengan mengedepankan nilai- nilai kemanusiaan dalam mewujudkan keadilan yang sejati. Junjungkah tinggi hak asasi manusia. Ketahuilah bahwa hukum itu adalah untuk manusia bukan manusia untuk hukum,” ujar Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Hal ini ditanggapi Guru Besar Hukum dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Profesor Zainal Arifin Husin yang menilai, gagasan Ketua Mahkamah Agung (MA), Muhammad Syarifuddin perihal pentingnya pendekatan heuristika hukum dalam sistem pemidanaan dapat mengatasi problematika penegakan hukum di Indonesia.

Kata Zainal, hakim adalah pejabat yang melaksanakan tugas kekuasaan kehakiman. Tugas utamanya adalah menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan semua perkara yang diajukan kepadanya. Sehingga, hakim tidak memiliki hak untuk melakukan penyelidikan pun penyidikan.

Kendati demikian, bukan berarti semua putusannya hanya berdasarkan pada teori-teori hukum yang sudah termaktub dalam undang-undang dan KUHP.

“Dalam menjatuhkan putusan, hakim juga harus menggali dari perspektif lain,” ujarnya kepada jurnalis di Jakarta, Senin, 16 Februari 2021.

Misalnya, telah terjadi pencurian di salah satu kota. Biasanya, dalam dakwaan, jaksa telah menentukan unsur-unsur pasal yang diterapkan kepada si pelaku. Kemudian, kalau terbukti, pelaku dihukum sekian tahun.

“Sejatinya penerapan hukum bukan sekedar itu tapi kenapa dia kok sampai mencuri? Karena secara nurani, tidak ada manusia hobi mencuri,  manusia selalu ingin berbuat baik. Tapi kenapa dia tiba-tiba mencuri,” katanya.

Singkatnya, hakim harus mengkaji terlebih dahulu baik secara antropologis pun sosiologis latar belakang dari kasus tersebut, sebelum akhirnya menjatuhkan putusan. Ini diperlukan agar terciptanya dinamika hukum di Indonesia. Sehingga bisa sejalan dengan perkembangan ekonomi, sosial dan budaya.

“Jadi menurut saya apa yang disampaikan oleh Ketua MA saat pengukuhan di Undip adalah sesuatu yang bagus. Ini justru menjadi sebuah tantangan bagi para hakim,” katanya tentang “Pembaruan Sistem Pemidanaan dalam Praktik Peradilan Modern, Pendekatan Heuristika Hukum”.

Menurut Zainal, pendekatan heuristika dalam pemidanaan juga dapat memperkuat kebijakan-kebijakan negara. Sebab, melalui teori ini, hakim memiliki keleluasaan dalam menganalisis sebuah peristiwa hukum.

“Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan putusan yang berpedoman pada kebenaran. Sehingga masyarakat terpacu untuk selalu menjunjung tinggi, nilai-nilai kebenaran,”  kata Zainal menyebut Syarifuddin adalah hakim, hukum, dan keadilan.

Ia ibarat tri tunggal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Hakim memiliki peranan penting untuk menyelaraskan hukum dan keadilan, menafsirkan aturan, membentuk kaidah baru dalam sebuah norma.

Kontribusi Syarifuddin nyata, dengan teori Heuristika hukum di pengadilan mencerminkan hukum yang dicitakan masyarakat. Gagasan hukum sebagai sebuah pendekatan baru. Jika ditelaah, mendobrak tradisi norma yang diformalkan.

Gagasan akademis Profesor Syarifuddin, “Menurut saya adalah lompatan pemikiran yang mengangkat tingkat pemahaman hukum sebatas aturan formal, tapi lebih ke pemahaman yang sistemik, sifatnya multifaset. Pada prakteknya bersifat praktis dan mendesak penerapannya.”

 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *