Ketahuan Makan Steak Lapis Emas Rp28 Juta, Menteri Vietnam Dihujat Warganet : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Ketahuan Makan Steak Lapis Emas Rp28 Juta, Menteri Vietnam Dihujat Warganet : e-Kompas.ID News



HANOI – Seorang menteri Vietnam mendapat kecaman setelah ketahuan makan di sebuah restoran mewah di Inggris.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Menteri Keamanan Publik Vietnam, To Lam terlihat makan di restoran steak Nusr-Et Steakhouse di London. Restoran yang dikenal mewah itu dimiliki oleh Nusret Gokce, seorang chef selebritis, yang populer dengan nama Salt Bae.

BACA JUGA: Mengenal Lebih Jauh Salt Bae, si Chef Seksi karena Taburan Garamnya Itu

Video viral yang memperlihatkan Lam diberi makan steak berlapis emas oleh Gokce menjadi viral di media sosial dan memicu hujan kritik terhadap sang menteri. Potongan video itu awalnya muncul di akun TikTok SaltBae dan kini telah dihapus.

Makanan Lam diperkirakan dihargai sekira Rp1.956 (Rp28 juta), jauh di atas penghasilan bulanannya yang berkisar antara USD600 (Rp8,5 juta) hingga USD800 (Rp11,5 juta) tanpa tunjangan apa pun.

Harga makanan yang luar biasa mahal itu membuat sang menteri itu menerima dikritik karena dianggap terlalu mewah.

BACA JUGA: Kesal Tak Juga Dibayar, Wanita Ini Bakar Sesajen di Depan Rumah Penghutangnya

Tidak jelas kapan video itu difilmkan, tetapi Lam itu diketahui berada di Inggris untuk KTT iklim COP26 PBB.

Aktivis hak asasi manusia, Hoang Dung adalah salah satu orang pertama yang membagikan foto menteri keamanan makan steak berlapiskan emas di halaman Facebook pribadinya. Hoang bertanya mengapa jamuan kunjungan kerja harus diadakan di restoran mahal seperti itu.


Pengguna media sosial Vietnam dengan cepat dipenuhi dengan komentar kemarahan.

“Uang pajak saya telah digunakan untuk kemewahan,” kata seorang pengguna.

“Vietnam masih miskin, tetapi menterinya sangat mewah, pejabatnya menikmati begitu banyak pemborosan,” pengguna lain menambahkan.

“Menelan steak di konferensi iklim adalah puncak dari ketidakpedulian yang menjijikkan,” komentar yang lain.

Tetapi yang lain mendukung menteri, menyatakan bahwa siapa pun berhak atas tunjangan pengeluaran saat dalam perjalanan bisnis dan bahwa dia mungkin telah diundang ke restoran oleh pihak ketiga yang membayar tagihan makanan itu, seperti yang diwartakan BBC.

Di Vietnam, rata-rata warga negara di negara itu berpenghasilan sekitar USD30 (Rp3,2 juta) per bulan pada 2021, menurut laporan Kantor Statistik Umum.

Namun, sementara negara ini telah berkembang pada tingkat yang sangat cepat dalam tiga dekade terakhir, pandemi Covid-19 dan akibat yang terjadi dari penerapan lockdown telah mempengaruhi pertumbuhan ekonominya secara luas.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *