RUSIA – Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit atau keputusan untuk mengabaikan suara pemegang saham dari apa yang dianggapnya sebagai negara “tidak ramah” ketika membuat keputusan perusahaan.
Dikutip Reuters, keputusan tersebut akan berlaku untuk perusahaan di sektor energi, teknik mesin, dan perdagangan dengan pendapatan tahunan lebih dari 100 miliar rubel (Rp1.518 triliun). Keputusan tersebut mulai berlaku secara umum dan akan berlaku hingga akhir tahun 2023.
Langkah-langkah sementara ini telah diperkenalkan sebagai tanggapan atas sanksi “tidak ramah” yang diperkenalkan oleh Amerika Serikat (AS) dan negara asing lainnya.
BACA JUGA: Putin Tegur Menteri di Depan Umum Dianggap Main-Main, Ada Apakah?
Nantinya, menurut undang-undang baru, manajemen perusahaan dapat membuat keputusan tanpa menghitung suara pemegang saham dari negara-negara “tidak ramah”. Namun, untuk memenuhi syarat, perusahaan harus memenuhi sejumlah kriteria. Salah satunya adalah negara lain atau organisasi internasional harus menjatuhkan sanksi terhadap pemilik atau penerima manfaat dari perusahaan itu.
Baca Juga: Kids Life’s Adventure Park Suguhkan Edukasi Literasi Digital lewat Keseruan Tanpa Batas
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News


You must be logged in to post a comment Login