Satgas Akui Terjadi Keterlambatan Pencatatan Data Covid-19 : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Satgas Akui Terjadi Keterlambatan Pencatatan Data Covid-19 : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat, hari ini ada 175.349 atau 16% kasus aktif virus corona di Indonesia. Sedangkan kasus positif virus bertambah 10.379 per hari ini.

“Pada 2 Februari 2021 terjadi penambahan kasus positif sebanyak 10.379 dan jumlah kasus aktif saat ini adalah 175.349 atau 16 persen, di mana jumlah kasus sembuh total adalah 896.530 atau 81,5 persen dan jumlah kasus meninggal kumulatif adalah 30.581 atau 2,8 persen,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (2/2/2021).

Baca juga:  Satgas: PPKM Efektif jika Masyarakat Patuh Prokes dan Ada Penegakan Pemda

Wiku berujar, pada 31 Januari 2020 lalu, terjadi kenaikan kasus corona sebesar 9,5% dibanding Minggu sebelumnya. Angka ini, kata dia, sedikit meningkat dari pekan sebelumnya. Namun, kenaikannya tidak sebesar pekan lalu.

“Saya menyampaikan pada Minggu lalu bahwa angka kasus positif harus terus ditekan. meskipun beberapa Minggu terakhir kenaikan kasus positif diwarnai oleh 13 sampai 14.000 kasus, namun apabila kita bisa mempertahankan persen kenaikan Mingguannya dibawah 10 persen, maka angka ini perlahan akan dapat turun,” jelas dia.

Baca juga: Positif Covid-19 Jabar Diberitakan Melonjak, Ridwan Kamil: Itu Kasus Lama!

Wiku memaparkan, pada pekan ini, kenaikan kasus corona tertinggi dicatatkan oleh Provinsi Jawa Barat. Wilayah pimpinan Ridwan Kamil tersebut mengalami kenaikan kasus hampir 100 persen dari pekan lalu.

“Kemudian disusul oleh Kalimantan Timur, Bali. Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan yang cenderung mencatatkan kenaikan lebih rendah dibanding Minggu lalu,” ucapnya.

Wiku mengakui, bahwa ada berbagai faktor yang menyebabkan angka kasus positif masih tinggi, termasuk pencatatan data yang terlambat sehingga data kasus pada waktu yang lalu baru tercatatkan sekarang.

“Namun sekali lagi, kondisi ini tidak serta merta meniadakan fakta bahwa tingkat penularan masih tinggi di Indonesia. Covid-19 masih menjadi ancaman besar bagi masyarakat dan perekonomian kita,” imbuhnya.

Pemerintah baik pusat maupun daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan Covid-19 seperti menambah jumlah tempat tidur, menyediakan alat penunjang pemeriksaan laboratorium serta meningkatkan pemeriksaan Covid-19.

“Untuk itu mohon kepada masyarakat di manapun Anda berada untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Jadikan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Wiku.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *