Sepanjang 2020, Polisi Tangani 352 Kasus Hoaks Terkait Covid-19 : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Sepanjang 2020, Polisi Tangani 352 Kasus Hoaks Terkait Covid-19 : e-Kompas.ID Nasional



JAKARTA – Pihak kepolisian menyoroti banyaknya berita bohong atau hoaks terkait Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Sepanjang tahun 2020, polisi mencatat bahwa ada 352 kasus berita bohong terkait Covid-19 yang telah ditangani polisi.

“Data di tahun 2020 untuk berita hoaks itu ada 352 kasus yang kita tangani,” kata Kadiv Humas Polri Irjen  Argo Yuwono, Jumat (5/2/2021).

Baca Juga: Sebarkan Hoaks Corona, Wanita Muda di Bondowoso Diringkus Polisi

Lebih jauh dia menyampaikan, atas hal tersebut, para penyebar berita hoaks dapat dikenai ancaman pidana. Menurutnya, saat ini tim dari Direktorat Cyber Polri tengah menangani ratusan kasus pelanggaran tersebut.

“Untuk anggota masyarakat yang menyebarkan itu tentunya ada ancaman pidananya, Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang ITE tentang penyabaran berita bohong di media elektornik termasuk media sosial (medsos), ini dikenakan sanksi pidana penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliar, diproses oeh Cyber Polri,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Argo, pihaknya juga dapat mengenakan para pelaku dengan Pasal 14 Ayat (1) dan (2) serta Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dalam Pasal 14 Ayat (1) disebutkan pelaku penyebar hoaks riancan 10 tahun penjara.

Sementara untuk Ayat (2) tiga tahun penjara, serta Pasal 15 diancam dua tahun kurungan. “Selain itu, ada UU KUHP Pasal 14 Ayat (1), barang siapa menyebarakan berita bohong ancamannya 10 tahun, dan Ayat (2) barang siapa yang menyiarkan berita keonaran di kalangan rakyat dipenjara tiga tahun. Pasal 15 barang siapa menyiaraan tidak pasti atau tidak lengkap dapat membuat keonaran ancamannya dua tahun,” tuturnya.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 Ancam Petugas Pakai Linggis saat Hendak Diisolasi

Oleh karenanya, Argo mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mendahulukan kebenaran sebuah berita. Terutama, yang banyak tersebar di medsos.

“Kepada masyarakat semua untuk selalu ada cek and ricek berkaitan dengan informasi broadcast atau media sosial lain,” ucapnya.

(Ari)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *