Tank-Tank Israel Maju ke 2 Distrik untuk Kepung Sisi Timur Rafah : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Tank-Tank Israel Maju ke 2 Distrik untuk Kepung Sisi Timur Rafah : e-Kompas.ID News


RAFAH – Tank-tank Israel terus maju ke dua distrik baru dalam upaya nyata untuk menyelesaikan pengepungan seluruh sisi timur Rafahada pada Minggu (9/6/2024). Hal ini memicu bentrokan dengan kelompok bersenjata pimpinan Hamas, menurut penduduk yang terjebak di rumah mereka.

Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina atau UNRWA, pada 5 Juni lalu, semua kecuali sekitar 100.000 pengungsi yang mengungsi di Rafah timur setelah melarikan diri dari serangan Israel di utara Gaza telah meninggalkan Gaza.

“Semua tempat penampungan UNRWA di Rafah telah dikosongkan. Banyak orang yang bermarkas di Rafah telah melarikan diri ke pantai untuk mencari lokasi yang lebih aman di Khan Younis dan wilayah tengah (Gaza),” kata UNRWA dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Petugas medis Palestina mengatakan serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Tel Al-Sultan di Rafah barat menewaskan dua orang.

Militer Israel mengatakan pasukan dari divisi ke-162 menyerbu beberapa distrik di Rafah di mana mereka menemukan banyak terowongan teror tambahan, mortir, dan senjata (lainnya) milik Hamas.

Hamas memicu perang dengan serangan kilat lintas batas ke Israel pada 7 Oktober lalu, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut penghitungan Israel. Sekitar separuh sandera dibebaskan melalui gencatan senjata singkat di bulan November.

Perang udara dan darat Israel yang terjadi di Gaza telah menewaskan sedikitnya 37.084 warga Palestina, kata kementerian kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas dalam laporan terbarunya pada hari Minggu. Kementerian mengatakan ribuan orang tewas dikhawatirkan terkubur di bawah reruntuhan.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Upaya Amerika Serikat (AS) dan negara-negara regional untuk menjadi perantara kesepakatan yang akan membebaskan semua sandera yang tersisa sebagai imbalan atas gencatan senjata telah berulang kali tersandung pada sikap keras kepala Israel dan Hamas mengenai syarat-syarat untuk mengakhiri perang.

Bencana kemanusiaan telah terjadi seiring dengan berlanjutnya perang, dengan lebih dari tiga perempat dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi, malnutrisi meluas, dan infrastruktur dasar hancur.

Konflik di Gaza telah mengacaukan stabilitas di Timur Tengah, menarik pendukung utama Hamas, Iran, dan sekutunya di Lebanon, Hizbullah, yang telah bentrok dengan Israel di sepanjang perbatasan utaranya selama berbulan-bulan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang habis-habisan.

Kekhawatiran terhadap meningkatnya permusuhan Israel-Hizbullah dan penurunan tajam ekspektasi gencatan senjata di Gaza telah melemahkan mata uang shekel Israel sebesar 3 persen menjadi 3,75 terhadap dolar sejak 4 Juni lalu.

Follow WhatsApp Channel e-Kompas.ID untuk update berita terbaru setiap hari



Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 e-Kompas.ID