Usai Komentari soal Abu Janda, Akun Twitter Alissa Wahid “Diserang” - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Usai Komentari soal Abu Janda, Akun Twitter Alissa Wahid “Diserang”

[ad_1]

OMONG KOSONG jika rombongan buzzeRp seperti Permadi itu untuk mengimbangi permainan “politik identitas” saat Pilpres atau Pilkada DKI. Mereka justru bagian dari menguatnya politik identitas.

Buktinya, ya Jokowi-Ma’ruf. Kecuali Anda percaya Ma’ruf Amin digandeng sebagai wapres karena kompetensinya menguasai teknologi penginderaan luar angkasa dan fisika kuantum.

Kalau mau counter politik identitas, yang dibahas seharusnya ya public policy. Jika muncul masalah minoritas, tekanannya diarahkan pada tanggung jawab negara. Pada kekuasaan agar mencabut SKB menteri soal rumah ibadah, atau kecaman keras pada polisi yang dalam banyak kasus membiarkan berbagai persekusi dengan alasan “kurang personel”, tapi di sisi bisa melakukan penangkapan massal pada warga Papua yang berunjuk rasa.

Kalau serius mau mendidik publik tentang pluralisme, desak negara mereformasi perizinan televisi agar tidak dikuasai oligarki dan agar kontennya bisa beragam. Tak hanya untuk agenda komersial dan politik partisan.

Yang dibela tak hanya Ahok sebagai korban pasal penistaan agama, tapi ikut mendesak agar pasal karet itu dicabut. Bukan malah ikut menggunakan pasal itu dan mengadukan orang yang mengaku-ngaku mimpi ketemu nabi ke polisi.

BuzzeRp-buzzeRp yang mendaku penjaga pluralisme dan kebhinekaan ini sama omong kosongnya dengan kelompok yang mereka perangi di media sosial, jika sudah menyangkut kebhinekaan masyarakat adat yang digusur proyek-proyek negara dan oligarki bisnis.

Bicara melindungi tradisi “sedekah laut” dari ancaman pengkafiran kelompok intoleran, tapi di saat yang sama mereka jadi buzzeRp proyek reklamasi.

Ritual sedekah laut apa yang mau dilindungi kalau besok nelayannya tumpas digusur pembangunan properti?

Sama dengan rezim yang dibelanya, kebhinekaan ala buzzeRp ini hanya jadi olok-olok dalam bentuk blangkon atau pakaian adat, sembari mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Bahkan urusan penentuan sendiri hak politik minoritas seperti warga Papua, buzzeRp-buzzeRp ini sama konservatif dan kolotnya.

Bedanya, yang satu mabuk agama, yang ini mabuk nasionalisme.

DL



[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID