Jakarta (ANTARA) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta dengan sungguh-sungguh kepada anggota parlemen untuk mengibarkan bendera Merah Putih di kediamannya masing-masing untuk menghormati 53 kapal selam Indonesia yang tewas saat bertugas.
Maharani juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di gedung parlemen untuk menghormati penumpang KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan, utara Pulau Bali, pada 21 April 2021.
“Kami minta pengibaran bendera nasional setengah tiang di gedung parlemen dan kediaman anggota parlemen dari 26 April hingga 28 April,” kata Ketua DPR di Jakarta, Senin.
Mengatasi acara pengabdian masyarakat, yang diprakarsai oleh Anggota Parlemen ‘Wives Sisterhood (PIA) di sini, Maharani mendesak upaya terkoordinasi terus untuk mengevakuasi 53 pelaut di atas kapal dan puing-puing kapal selam dari dasar laut.
Berbicara sehubungan dengan keputusan pemerintah untuk menghormati 53 pelaut yang gugur, Maharani sangat memuji promosi anumerta pemerintah dengan memberikan satu pangkat lebih tinggi dari yang diadakan pada saat kematian mereka.
Untuk menghormati pengabdian, pengabdian, dan pengorbanan mereka, pemerintah juga memberikan skema beasiswa kepada anak-anak kapal selam agar mereka bisa mengenyam pendidikan formal hingga program sarjana di perguruan tinggi.
Kontak hilang dengan kapal selam buatan Jerman yang membawa 53 kapal selam, saat sedang mempersiapkan latihan torpedo di perairan utara Bali pada Rabu pagi (21 April).
Kapal selam tipe 209/1300 yang hilang dibangun di Howaldtswerke-Deutsche Werft Jerman pada tahun 1977 dan secara resmi dilantik ke angkatan laut pada tahun 1981.
Sistem propulsi menggunakan motor listrik diesel kecepatan rendah dari Siemens, yang terhubung langsung ke poros baling-baling, yang menghasilkan sekitar lima ribu tenaga kuda poros.
Tenaga listrik disimpan dalam baterai, yang merupakan 25 persen dari berat kapal, menurut angkatan laut. Empat mesin diesel supercharged MTU menghasilkan listrik di kapal.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono membenarkan kapal selam naas itu tenggelam setelah beberapa komponennya berhasil ditemukan dalam misi pencarian.
“Komponen yang ditemukan adalah pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, sebotol minyak pelumas periskop, sajadah, dan spons penahan panas,” kata Margono dalam jumpa pers belum lama ini.
Dalam upaya untuk menemukan lokasi kapal selam yang tenggelam tersebut, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 21 kapal perang, termasuk yang memiliki kemampuan deteksi sonar, untuk pelacakan di bawah air. Kapal perang tersebut antara lain KRI Rigel-933, KRI Rimau-724, dan kapal selam KRI Alugoro-405.
Beberapa negara juga telah mengerahkan kapalnya untuk misi pencarian, antara lain MV Swift Rescue dari Singapura, MV Mega Bhakti dari Malaysia, HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia, SCI Sabarmati dari India, dan sebuah pesawat Poseidon dari AS.
Polisi Indonesia dan Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) mengerahkan kapal, kendaraan bawah air yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV), dan drone untuk pencarian.
Berita Terkait: Promosi peringkat diumumkan untuk 53 anggota awak Nanggala-402 yang gugur
Berita Terkait: Ketua DPR mengimbau tim penyelamat untuk mengevakuasi pelaut KRI Nanggala-402DIEDIT OLEH INE
You must be logged in to post a comment Login