Tsunami Covid-19 yang melanda India sejak beberapa pekan terakhir telah menggegerkan masyarakat dunia. Menurut data World Health Organization, terdapat 2.806 kematian dan 349.313 ribu kasus harian pada 25 April 2021.
Sebagaimana diketahui, populasi masyarakat India yang begitu besar serta mobilisasi yang tinggi menjadi salah satu pemicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

Alhasil saat ini pemerintah India telah memberlakukan status lockdown selama 14 hari di Karnataka, India Selatan mulai Selasa 27 April 2021 pukul 21:00 malam waktu setempat hingga 12 Mei 2021.
Tentunya kebijakan lockdown ini berdampak pada aktivitas masyarakat. Banyak toko-toko dan pusat perbelanjaan yang tampak sepi akibat kebijakan tersebut. Salah satu warga Bengaluru, Karnataka, India Selatan, Goutham N, menjelaskan penyebab mengapa kasus Covid-19 bisa melonjak pesat di India.
“Ada logika sederhana mengapa kasus Covid-19 meningkat di India. Masyarakat di tes Covid-19 sebelum mendapatkan vaksin. Inilah sebabnya ada lonjakan tinggi dalam kasus Covid-19 di India,” ungkap Goutham, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (28/4/2021).
Goutham menambahkan, mulai 1 Mei 2021, masyarakat yang berusia 18-45 tahun akan divaksinasi. Alhasil dengan peraturan tes Covid-19 sebelum divaksin, maka angka kasus positifnya bakal meningkat lebih lanjut.
“Bahkan teman saya terkena Covid-19, tetapi berhasil sembuh tanpa melakukan usaha apapun. Covid-19 itu seperti flu biasa,” tutup Goutham.
Selain itu, sebelumnya di India juga masih sering dilakukan upacara keagamaan yang melibatkan banyak orang. Akibatnya Covid-19 mudah menyebar.
(DRM)

You must be logged in to post a comment Login