Jakarta (ANTARA) – Sekitar seribu umat Islam melaksanakan sholat Idul Fitri di halaman Masjid Agung Al Azhar, salah satu ikon rumah ibadah di Ibu Kota Indonesia, Jakarta, pada Kamis pagi.
Sholat diadakan untuk mematuhi protokol COVID-19 yang ketat di mana para pekerja masjid memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung masjid di gerbang masuk.
Anggota jemaah juga diharuskan memakai topeng dan meletakkan sajadah mereka di celah-celah shaf (baris) yang sudah ditandai.
Anggota panitia penyelenggara doa yang mengerjakan sound system berulang kali mengingatkan jemaah untuk menjaga jarak fisik dengan tetap berada di shaf yang ditentukan.
Petugas polisi setempat terlihat membantu anggota panitia mengelola pengunjung masjid untuk mengurangi risiko infeksi COVID-19.
Sebagai bagian dari tindakan pencegahan COVID-19, manajemen Masjid Al Azhar telah memutuskan untuk mengurangi kapasitas masjid hingga 50 persen untuk sholat Idul Fitri.
Berada di dekat kawasan kompleks Sekretariat ASEAN, kapasitas normal Masjid Al Azhar tercatat sebanyak 15.000 orang.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menepati janjinya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah.
Bersama sekitar 30 orang, Baswedan melaksanakan salat di halaman belakang rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Kamis pagi.
Sekitar 30 orang, termasuk istri dan anak Baswedan, mengikuti sholat yang dimulai pukul 07.00 WIB dan dipimpin oleh Ustadz Afifudien Rohaly.
Setelah salat yang dilakukan di bawah protokol COVID-19 yang ketat, Rohaly menyampaikan khotbah Idul Fitri.
Di tengah pandemi penyakit virus corona, Baswedan sebelumnya mengimbau umat Islam yang tinggal di ibu kota untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah.
Gubernur mengimbau warga Jakarta yang rajin melaksanakan sholat di masjid-masjid untuk mendatangi rumah ibadah di wilayah kesatuan masyarakatnya.
Kapasitas masjid dan lapangan sepak bola yang digunakan untuk shalat Idul Fitri harus dikurangi hingga 50 persen, katanya.
Perayaan Idul Fitri, menandai akhir bulan suci Ramadhan, dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia.
Secara tradisional, perayaan Idul Fitri sering dianggap oleh umat Islam Indonesia sebagai waktu untuk mencari berkah dan pengampunan dari orang tua serta untuk mempererat silaturrahim, atau ikatan persahabatan.
Namun, pascapandemi COVID-19, Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebelumnya mengimbau umat Islam Indonesia untuk menegakkan “silaturrahim” secara virtual.
Wabah penyakit novel coronavirus awalnya melanda kota Wuhan di China pada 2019 lalu menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
Pemerintah Indonesia mengumumkan kasus pertama yang dikonfirmasi di negara itu pada 2 Maret 2020.
Sejak itu, pemerintah pusat dan daerah terus berupaya meratakan kurva virus corona dengan memberlakukan protokol perawatan kesehatan dan pembatasan sosial.
Untuk memutus rantai penularan COVID-19 yang berdampak pada daya beli puluhan keluarga di Indonesia, pemerintah telah melarang mudik atau mudik, menjelang musim liburan Idul Fitri tahun ini seperti tahun lalu. .
Kementerian Kesehatan juga telah mengonfirmasi masuknya tiga varian baru virus corona ke Indonesia, di antaranya yang berasal dari India, Afrika Selatan, dan Inggris Raya.
Berita Terkait: Menteri mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah
Berita Terkait: Lewati Sholat Idul Fitri Jika Virus Corona Terus Berlanjut: MUI kepada JemaahDIEDIT OLEH INE
You must be logged in to post a comment Login