JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan potensi bahwa dunia akan menghadapi varian baru Covid-19 yang lebih ganas. Hal ini diungkapkan Jokowi saat mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di Jawa Bali beberapa hari lalu.
“Pada arahan Presiden hari Minggu malam tentang kelanjutan PPKM disampaikan kita harus selalu waspada, ada kemungkinan dunia akan menghadapi varian lain yang lebih menular. Juga ditekankan tentang varian Delta yang lebih menular,” ungkap Mantan Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama dalam keterangan yang diterima, Rabu (28/7/2021).
Tjandra juga mengungkapkan pada 12 Juli 2021 Direktur Jenderal WHO Tedros menyampaikan bahwa varian Delta kini terus meluas di dunia dan berhubungan dengan kenaikan kasus dan kematian.
Dia pun mendorong pemerintah agar meningkatkan pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) untuk mengantisipasi varian baru virus corona tersebut.
Baca juga: Jokowi Ingin Kurikulum Universitas Diarahkan ke Industri
“Dikatakannya bahwa varian Delta sudah ada di lebih dari 104 negara dan bukan tidak mungkin akan mendominasi situasi di waktu mendatang ini,” katanya.
“Pada 15 Juli 2021, Prof Didier Houssain pimpinan Emergency Committee WHO tentang Covid-19 menyatakan bahwa ada kemungkinan besar (“strong likelihood”) bahwa di waktu mendatang akan ada varian baru yang menyebar di dunia yang mungkin lebih berbahaya dan bahkan lebih sulit dikendalikan,” ungkap Tjandra.
Baca juga: Presiden Jokowi: Saat Ini Kita Harus Menanggung Beban Berat Akibat Pandemi Covid-19
Semua ini, kata Tjandra, menunjukkan bahwa Indonesia perlu memiliki data dan informasi yang akurat tentang perkembangan berbagai varian baru Covid-19. “Sudah banyak dibicarakan bahwa salah satu alasan utama peningkatan kasus kita sekarang ini antara lain karena varian Delta yang memang jauh lebih mudah menular,” katanya.
“Varian Delta adalah salah satu “Varian of Concern” dalam klasifikasi WHO, bersama varian Alfa, Beta dan Gamma. Selain itu ada juga berbagai varian baru yang oleh WHO dikelompokkan menjadi “Variant of Interest (VOI)”, yaitu varian Epsilon, Zeta, Eta, Theta, Iota dan dua yang paling banyak dibicarakan adalah Varian Kappa dan Lambda,” papar Tjandra.


You must be logged in to post a comment Login