PERUSAHAAN kedirgantaraan multinasional Eropa, Airbus, berencana mendirikan sebuah pusat transisi pesawat di kota Chengdu, China barat daya, untuk mengelola seluruh “siklus hidup” pesawat, termasuk pembongkaran dan daur ulang.
Rencana tersebut diresmikan saat upacara penandatanganan nota kesepahaman (MOU) pada Selasa (18/1) yang dihadiri oleh Airbus, otoritas Chengdu, perusahaan pembongkaran pesawat asal Prancis — Tarmac Aerosave, dan anak perusahaan Airbus — Satair.
Pihak perusahaan mengatakan bahwa pusat transisi pesawat di Chengdu itu merupakan proyek daur ulang pesawat pertama di luar Eropa yang diinvestasikan langsung oleh Airbus.

Baca Juga:
Penumpang Ngeyel Lepas Sabuk Pengaman saat Lampu Menyala, Pramugari: Alasannya Kencing!
Takut Sinyal 5G, Banyak Pesawat Pilih Batal Terbang
CEO Airbus China, George Xu, mengatakan bahwa proyek tersebut sejalan dengan strategi pembangunan hijau China dan akan membantu mempromosikan pembangunan berkelanjutan dari industri penerbangan, sembari meningkatkan efisiensi daur ulang pesawat dan material-material kedirgantaraan.
Dengan total nilai investasi tak kurang dari 6 miliar yuan (sekitar Rp13,58 triliun), fasilitas transisi pesawat yang diusulkan tersebut diperkirakan dapat mulai beroperasi pada September 2023.

You must be logged in to post a comment Login