Putranya Positif Covid-19, Wanita Ini Terjebak di Ukraina Setelah Ditolak Masuk ke Negara Asalnya : e-Kompas.ID Travel - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Putranya Positif Covid-19, Wanita Ini Terjebak di Ukraina Setelah Ditolak Masuk ke Negara Asalnya : e-Kompas.ID Travel

[ad_1]

WANITA asal Melbourne terjebak di Ukraina setelah ditolak masuk ke Australia karena putranya yang berusia delapan tahun dinyatakan positif Covid-19.

Melansir dari News.com.au, Nataliya Poshyvaylo-Towler dijadwalkan terbang dari Ukraina pada 9 Februari, tetapi putranya, Michael, dinyatakan positif pada 6 Februari, memaksa mereka untuk diisolasi meskipun ada peringatan yang semakin mendesak dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan agar warga Australia segera meninggalkan negara itu.

Vladimir Putin mengumumkan penarikan sebagian pasukan dari sekitar 130.000 tentara Rusia di dekat perbatasan Ukraina pada Selasa, tetapi beberapa pejabat intelijen Barat masih percaya bahwa Moskow berencana untuk menyerang dalam beberapa hari mendatang.

infografis

Poshyvaylo-Towler mengatakan bahwa dia sangat cemas dan belum tidur selama berminggu-minggu sekarang. Ibu dua anak, yang suami dan putrinya masih di Melbourne menambahkan, terdaftar di DFAT dan berbicara dengan perwakilan di kedutaan Australia di Ukraina, tetapi mereka tidak dapat membantunya. Karena persyaratan Covid-19 yang ketat di Australia, dia tidak dapat naik ke pesawat tanpa hasil tes PCR negatif.

Dia telah tes dan hasilnya negatif, tetapi putranya dan kini ayahnya yang berusia 74 tahun dinyatakan positif. Penerbangan mereka dijadwalkan kembali pada Minggu, 20 Februari, tetapi dia tidak yakin apakah putranya akan dinyatakan negatif sebelum itu.

“Luar biasa karena saya memikirkan situasi Covid ini, apakah saya akan memiliki sertifikat, apakah saya bisa terbang atau tidak? Beberapa hal situasi sertifikat Covid sebenarnya menimbulkan lebih banyak kekhawatiran daripada potensi invasi. Pemerintah Australia cukup preskriptif. Itu menambah lapisan tambahan darurat,” ujarnya.

Poshyvaylo-Towler mengatakan perwakilan DFAT menyarankan untuk menyewa mobil dan berkendara ratusan kilometer ke barat Ukraina, tetapi dia tidak nyaman meninggalkan orang tuanya. Untuk saat ini, mereka menimbun makanan dan air, serta memncari tempat perlindungan bom terdekat.

“Saya sedang duduk di sana melihat peta, Googling tempat perlindungan bom terdekat hari ini dengan ibu dan anak saya untuk pertama kalinya. Besok kami akan berkeliling dan melihat di mana tempat perlindungan bom itu,” sambungnya.


Namun, warga Ukraina secara keseluruhan memiliki pola pikir yang sama sekali berbeda setelah berperang dengan Rusia sejak 2014. Orang-orang telah menunjukkan ketahanan terhadap berita buruk, mereka memantau situasi dari hari ke hari.

“Orang-orang benar-benar berusaha untuk tidak panik. Anda pergi ke supermarket, ada pilihan kertas toilet. Tidak ada yang panik membeli, tidak ada kegilaan itu. Tapi saya mengalami malam tanpa tidur, saya benar-benar khawatir,” katanya.

Dalam peringatan perjalanannya, terakhir diperbarui pada Selasa, DFAT mengatakan ada peningkatan ancaman aksi militer yang signifikan terhadap Ukraina. Operasi di Kedutaan Besar di Kyiv telah ditangguhkan dan dipindahkan sementara ke Lviv.

“Jika Anda berada di Ukraina, segera pergi dengan cara komersial atau pribadi jika aman untuk melakukannya. Jangan menunda. Ketersediaan penerbangan dapat berubah atau ditangguhkan dalam waktu singkat sehingga sulit untuk meninggalkan Ukraina. Hubungi maskapai penerbangan atau penyedia transportasi secara langsung,” ujar DFAT.

“Jika Anda meninggalkan Ukraina melalui penyeberangan perbatasan darat, bacalah saran perjalanan dari tujuan tersebut untuk memastikan Anda memenuhi persyaratan masuk karena ini mungkin berbeda dari persyaratan melalui udara. Anda perlu mempertimbangkan dengan cermat bagaimana dan kapan Anda akan meninggalkan Ukraina, termasuk jika terjadi konflik bersenjata. Anda bertanggung jawab atas keselamatan Anda sendiri dan keluarga Anda.”

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID