JAKARTA – Kota Malang dihebohkan spanduk bertuliskan ‘Malang Tolerant City Not Halal City’. Spanduk ini terpasang pada Rabu, 16 Februari namun saat ini sudah hilang.
Ketua DPP Partai Perindo Christophorus Taufik mengatakan, diksi yang dipakai dalam campaign bertajuk ‘Malang Halal City’ menimbulkan salah persepsi di tengah masyarakat.
“Memang diksi yang dipakai itu bisa menimbulkan salah persepsi. Hingga akhirnya hal itu kan justru kemudian disejajarkan dengan toleransi,” ujar Chris saat ditemui MPI, Jumat (18/2/2022).
Dia menganggap, jika adanya pemilihan yang benar dalam imbuhan kalimat, tentunya akan meminimalisir kesalahpahaman dari masyarakat.
“Sebenarnya kalau pemilihan diksinya benar, kesalahpahaman ini bisa diminimalisir,” ujar putra daerah asli Malang tersebut.
Dia menjelaskan, jika ditelaah lebih lanjut mengenai Malang Halal City tidak ada masalah, hanya kurangnya penyampaian dari pemerintah setempat, padahal maksud dan tujuan pemerintah ialah membuat spot untuk destinasi halal.
“Artinya para saudara-saudara umat muslim, disitu kalau datang ke tempat itu sudah dipastikan dia akan mendapatkan pelayanan yang memenuhi kriteria halal dari sisi tenpat ibadah, makanan dan sebagainya,” katanya.


You must be logged in to post a comment Login