JAKARTA – Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ternyata penyuka musik klasik. Dia terlibat cerita jenaka terkait pinjam meminjam CD musik dengan adiknya, KH Hasyim Wahid (Gus Im).
Cerita ini diungkap langsung Gus Im dalam buku ‘Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita’ karya Muhammad AS Hikam, sebagaimana dikutip dari jabar.nu.or.id.
Pada suatu waktu dengan sambil berlagak ngantuk, Gus Dur menanyakan Friday Night in San Fransisco: Live Concert milik KH Hasyim Wahid (Gus Im). Gus Dur lantas langsung mengemukakan maksudnya.
“Boleh saya pinjam beberapa bulan?” tanya Gus Dur kepada adik kandungnya itu. Gus Im memperbolehkannya. Namun ia mengantisipasi jika CD itu tidak dikembalikan, ia tetap bisa menikmatinya.
Baca juga: Humor Gus Dur: Mahasiswa Disuruh Buat Soal dan Nilai Sendiri Ujiannya, Kok Bisa?
Bagi Gus Im, antisipasi itu adalah bagian pokok dari upaya bertahan hidup. Karena itulah ia mengkloning CD musik, yang menurutnya monumental itu.
Sambil berlagak lebih mengantuk lagi, Gus Dur berkata lirih. “Wah, Im, saya kecopetan lagi.”
Gus Im tahu maksud Gus Dur. Kecopetan bagi Gus Dur adalah kehilangan dua mahakarya musik klasik kegemarannya, Simfoni No. 9 Beethoven dan Simfoni No. 40 Mozart. Ia selalu marah besar jika dua koleksi kesayangnnya itu tidak ada.
Gus Dur tahu persis bahwa di lingkungan pergaulan terdekatnya, cuma Gus Im yang paling senang dengan Simfoni No. 9 karya Beethoven dan Eine Kleine Nactmusik karya Mozart. Serta Gus Im pula yang cukup tega mencopet keduanya.
Gus Dur sepertinya ingin membalas dendam atas kehilangan dua koleksinya itu dengan meminta langsung Friday Night in San Fransisco: Live Concert. Maka apa boleh buat, Gus Im harus ikhlas berpisah dengan CD konser gitar akuistik itu.
Cukuplah dengan kloningnya.
agi Gus Im, Gus Dur meminjam tanpa niat mengembalikan CD tersebut. Itu adalah serangan balasan (retaliasi) atas perilakunya mencopet dua keping CD musik klasik miliknya.
“Dan atas nama Ketua Umum PBNU, CD Friday Night in San Fransisco: Live Concert, hasil titipan kepada AS Hikam tersebut, pun disita Gus Dur,” ungkap Gus Im.


You must be logged in to post a comment Login