Tragedi Stadion Kanjuruhan, 20 Saksi Diperiksa Termasuk Panpel Arema FC : e-Kompas.ID News - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Tragedi Stadion Kanjuruhan, 20 Saksi Diperiksa Termasuk Panpel Arema FC : e-Kompas.ID News

[ad_1]

MALANG – Sebanyak 20 saksi sudah diperiksa tim investigasi dari Mabes Polri pasca Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, pasca ratusan orang meninggal dunia usai laga Arema Vs Persebaya.

“Tim melakukan pemeriksaan Pasal 359 dan 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 saksi,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo, di hadapan awak media, pada Senin malam (3/10/2022) di Mapolres Malang.

Menurutnya, dari 20 orang itu empat orang di antaranya merupakan empat saksi kunci termasuk dari pihak Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema FC. Tapi pihaknya menegaskan belum menetapkan tersangka kendati telah menemukan adanya dugaan unsur pidana di kematian 125 orang pasca laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, sebelum melakukan gelar perkara.

“Sudah dimintai keterangan, semuanya sudah hadir hasilnya besok akan kita sampaikan. (Panpel) sudah diperiksa sebagai saksi dulu, tapi kan dari proses pemeriksaan saksi, mekanisme perkara, tim hari ini sudah meningkatkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, empat orang diperiksa hari ini,” jelasnya.

“Belum ada tersangka, peningkatan statusnya dulu dari penyelidikan menjadi penyidikan, proses itu (gelar perkara) harus dilalui semuanya,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, AKBP Ferli Hidayat dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Malang. Selain mencopot Kapolres Malang, Kapolda Jawa Timur juga mencopot 8 personel di Brimob Polda Jatim yakni Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi (Danki), dan Komandan Pleton (Danton).

Kerusuhan pecah setelah laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, pada Sabtu malam (1/10/2022). Pertandingan sendiri dimenangkan tim tamu Persebaya dengan skor 2 – 3. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Tak hanya para pemain Persebaya saja, pemain Arema FC juga diserang oleh sekitar tiga ribuan Aremania sesuai pernyataan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta. Bahkan petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia. Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa.

Akibat kejadian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada sebanyak 125 jiwa meninggal dunia. Tak hanya itu ada 323 korban luka yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID