JAKARTA – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi telah menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Ganjarist usai cuitannya dianggap menghina ustazah Ponpes Lirboyo Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz.
Eko mengatakan bahwa hubungan Ganjar dengan NU dan Ponpes Lirboyo terjalin dekat. Dia pun berharap masalah yang dihadapi saat ini tak mengganggu hubungan Ganjar dengan keluarga Ning Imaz.
Dengan mundurnya Eko, maka keputusan dewan pembina dan pendiri Ganjarist menetapkan Sekretaris Ganjarist, Kris Tjantra menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) untuk mengisi kekosongan jabatan pucuk pimpinan.
Ditunjuknya Kris Tjantra itu pun telah sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ganjarist, yaitu ketika ketum mengundurkan diri atau bermasalah, otomatis sekjen yang ditunjuk sebagai pengganti sementara.
Baca juga: 5 Fakta Eko Kuntadhi Sambangi Ponpes Lirboyo, Reaksi Ning Imaz Bikin Adem
Kris mengatakan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi terkait ditunjuknya jadi Plt Ketum Ganjarist. Menurutnya, hal itu diputuskan hingga waktu yang akan ditentukan.
“Agar kepemimpinan di Ganjarist tetap terisi, maka sebagaimana hasil keputusan dewan pembina dan pendiri Ganjarist, Sekjen diangkat menjadi Plt Ketum. Keputusan itu pun akan diatur kemudian hingga waktu yang ditentukan,” ujar Kris dalam keterangannya, Senin (19/12/2022).
Baca juga: Eko Kuntadhi Sambangi Ponpes Lirboyo, Ning Imaz: Secara Personal Saya Maafkan
Ia menjelaskan, meskipun Eko Kuntadhi tidak lagi menjadi ketua umum dan tidak di struktural kepengurusan, namun Eko tetap menjadi bagian dari Ganjarist karena merupakan salah satu pendiri.
“Meski Mas Eko tidak lagi menjadi ketua, tapi tetap akan menjadi bagian dari Ganjarist, karena Mas Eko adalah salah satu pendiri,” jelasnya.
Baca Juga: Mau Reschedule Tiket Pesawat di Pegipegi? Ini Caranya!


You must be logged in to post a comment Login