Tenang! Sektor Jasa Keuangan RI Terjaga, Ini Buktinya : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Tenang! Sektor Jasa Keuangan RI Terjaga, Ini Buktinya : e-Kompas.ID Economy

[ad_1]

JAKARTA – Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) konsisten tumbuh meningkat pada Desember 2022.

“Kondisi ini dapat mempertahankan momentum peningkatan kinerja perekonomian nasional di tengah tingginya ketidakpastian global,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam RDKB OJK edisi Desember 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Ia mengatakan pengetatan kebijakan moneter global secara umum terus berlanjut. Bank sentral global utama memberi sinyal puncak kenaikan suku bunga yang lebih tinggi dan panjang.

Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) juga mulai memperluas rentang fluktuasi Japanese Government Bonds (JGB) tenor 10 tahun yang dinilai pasar sebagai permulaan langkah normalisasi kebijakan ke depan.

Sentara itu, Pemerintah Tiongkok mulai melakukan pembukaan kembali ekonominya dari zero Covid-19 policy yang diperkirakan akan meningkatkan ketidakpastian di Tiongkok dalam beberapa waktu ke depan. Perkembangan tersebut mendorong indikator perekonomian global secara umum dalam tren melemah.

Sejalan dengan dinamika perekonomian global, kata Mahendra, indikator perekonomian domestik terkini menunjukkan kinerja ekonomi nasional mulai mengalami moderasi tetapi masih di level yang cukup baik.

Baca Juga: Kids Life’s Adventure Park Suguhkan Edukasi Literasi Digital Lewat Keseruan Tanpa Batas


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

“Hal tersebut terlihat dari neraca perdagangan yang terus mencatatkan surplus, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur yang masih berada di zona ekspansi, dan indikator konsumsi masyarakat yang tetap tumbuh positif,” tuturnya.

Lebih lanjut, sambung dia, Bank Indonesia (BI) kembali meningkatkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar.

Namun demikian, kinerja intermediasi sektor keuangan belum terlalu terdampak atas kenaikan suku bunga.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID