Polemik Robot AI Ambil Alih Pekerjaan hingga Lebih Pintar dari Manusia, Cek Faktanya : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Polemik Robot AI Ambil Alih Pekerjaan hingga Lebih Pintar dari Manusia, Cek Faktanya : e-Kompas.ID Economy

[ad_1]

JAKARTA – Polemik mengenai robot Artificial Intelligence (AI) belakangan ini menjadi topik hangat di kalangan internasional, pasalnya teknologi AI tersebut dianggap berbahaya dan memiliki potensi risiko bagi manusia untuk saat ini dan dalam jangka pendek.

Bahkan, ahli AI perusahaan Google yang disebut sebagai bapak kecerdasan buatan Geoffrey Hinton (75) telah mengundurkan diri dan menyesali pekerjaannya tersebut.

Dirangkum e-Kompas.ID, Minggu (7/5/2023) berikut ini fakta-fakta mengenai robot AI.

1. Lebih pintar dari manusia

Saat mengundurkan diri dari pekerjaannya di Google, Hinton mengatakan kalau kecepatan perkembangan kecerdasan buatan atau AI itu sangat menakutkan karena mereka bisa lebih pintar dari manusia.

“Saat ini, mereka tidak lebih cerdas dari kita, sejauh yang saya tahu. Tapi saya pikir tak lama lagi mereka mungkin akan begitu (menjadi lebih cerdas dari manusia),” katanya.

Riset terobosan yang dilakukan Hinton tentang neural network dan deep learning telah membuka jalan untuk sistem-sistem AI masa kini seperti ChatGPT. Dalam teknologi AI, neural network adalah sistem yang mirip seperti otak manusia dalam kemampuannya mempelajari dan memproses informasi. Mereka memungkinkan AI untuk belajar dari pengalaman, layaknya manusia. Inilah yang disebut deep learning.

Hal ini juga yang ditakutkan dan memperkirakan kalau tidak lama lagi level informasi yang disimpan oleh robot AI melampaui otak manusia.

Baca Juga: Gelar Mudik Sehat, Lifebuoy Beri Edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun Guna Cegah Covid-19


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

2. Ambil alih pekerjaan manusia

Terkait robot AI yang bisa lebih pintar dan melampaui otak manusia, hal ini juga diprediksi dapat membuat banyak orang kehilangan pekerjaan karena digantikan oleh robot AI. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memprediksi sebanyak 23 pekerjaan akan hilang pada 2030.

Semakin cepatnya perkembangan AI diprediksi dapat mengambil alih pekerjaan manusia di masa depan. Seorang pekerja bidang humas di perusahaan konsultan besar di London, Claire (34) mengungkap kecemasannya terhadap AI. Awalnya ia berpikir kalau kualitas pekerjaannya belum bisa ditandingi oleh mesin. Namun melihat cepatnya perkembangan AI ia mulai mengkhawatirkan pekerjaannya.

“Tetapi pada saat yang sama, saya kagum betapa cepatnya ChatGPT menjadi begitu canggih. Dalam beberapa tahun lagi, saya benar-benar dapat membayangkan dunia di mana sebuah bot melakukan pekerjaan saya sebaik yang saya lakukan sendiri. Saya benci memikirkan apa artinya itu bagi pekerjaan saya,” ucapnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID