3 Pesan Tersirat di Balik Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar, Yusuf Lakaseng: Salah Satunya Politik Fashion : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

3 Pesan Tersirat di Balik Kemeja Garis Hitam Putih Ganjar, Yusuf Lakaseng: Salah Satunya Politik Fashion : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

JAKARTA – Bakal calon presiden PDIP Ganjar Pranowo yang didukung Partai Perindo mengindikasikan akan menggunakan kemeja bermotif garis hitam putih untuk kampanye dalam Pemilu 2024.

Dalam beberapa kesempatan, Ganjar yang juga Gubernur Jawa Tengah ini beberapa kali mengenakan kemeja garis hitam putih tersebut dalam agenda blusukan.

Ketua DPP Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Partai Perindo, Yusuf Lakaseng mengatakan, ada tiga pesan yang tersirat dalam penggunaan kemeja bermotif garis hitam putih itu.

Pertama, kata Yusuf, desain ini adalah pemberian Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini membuktikan bahwa tidak perlu lagi ditanya, sudah pasti Pak Jokowi mendukung Pak Ganjar,” kata Yusuf dalam keterangannya, Senin (24/7/2023).

Kedua, lanjutnya, filosofi dalam pilihan baju garis hitam tegas, tegak lurus secara vertikal, hitam, dan putih ini menunjukkan suatu karakter pemimpin yang lurus, berani tegas dan berpihak kepada kebenaran.

Ketiga, kemeja bermotif garis hitam putih untuk kampanye Ganjar dalam Pemilu 2024 bakal menjadi tren.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

“Kalau menjadi tren, ini akan berdampak positif bagi UMKM kita, akan banyak nanti tumbuh usaha-usaha mandiri dan massal dan digemari masyarakat secara umum. Apalagi ganjar digemari generasi Z dan milenial,” jelas Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Tengah itu.

Hal ini kata Yusuf juga menjadi pendekatan politik fashion di era kekinian. Meski Ganjar berasal dari kader PDI Perjuangan yang identik dengan warna merah, namun dengan menggunakan kemeja garis hitam putih menunjukkan persatuan antar-partai pendukung.

“Nah, ini baju yang bergaris putih dan hitam, ini menunjukkan Ganjar ini untuk semua. Bukan hanya untuk PDI-P saja. Ini positif. Bisa disebut politik fashion,”tandasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID