Rangkaian Peristiwa Penting Jelang Proklamasi Kemerdekaan RI : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Rangkaian Peristiwa Penting Jelang Proklamasi Kemerdekaan RI : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

SEJUMLAH peristiwa yang terjadi sejak akhir 1944 berujung pada terjadinya peristiwa bersejarah di Jalan Pegangsaan Timur No.56 pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi, saat Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada 7 September 1944, dilatarbelakangi situasi angkatan perang Jepang yang semakin terdesak pada Perang Dunia II, Perdana Menteri Koiso mengumumkan bahwa daerah Hindia Timur (Indonesia) akan diperkenankan untuk merdeka dikemudian hari. Hal ini diumumkan PM Koiso di depan Sidang Istimewa Teikoku Ginkai atau Parlemen Jepang.

Janji PM Koiso ini ditindaklanjuti oleh pemerintah Jepang melalui Letnan Jenderal Kuma Kici Harada yang pada 1 Maret 1945 mengumumkan pembentukan Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Panitia Kemerdekaan (BPUPKI). Demikian dikutip dari buku “Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan : 1945-1998” karya Dr. Aman, M.Pd, saat itu dr. Radjiman Wediodiningrat dipilih sebagai ketuanya.

Lebih lanjut pada 7 agustus 1945, Panglima Tentara Umum Selatan Jenderal Terauchi meresmikan pembentukan Dokuritsu Junbi Linkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan membubarkan BPUPKI. Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta dipilih sebagai ketua dan wakil ketua PPKI.

Baca Juga: Balkon Fest Gelaran Pesta Rakyat untuk Warga Wringinputih


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Sehari sebelum pembentuk PPKI, pada 6 Agustus 1945 pasukan Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Nagasaki. Bom atom kedua dijatuhkan tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, di Kota Hiroshima. Kedua peristiwa ini mendorong Jepang untuk segera membuat keputusan penting.

Pada 12 Agustus 1945, Jenderal Besar Terauci menyampaikan kepada tokoh pergerakan yang diundang yaitu Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wediodiningrat bahwa pemerintah Kekaisaran Jepang memutuskan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia pada 24 Agustus 1945, yang pelaksanaannya diawasi oleh PPKI.

Namun, pada 16 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diculik 5 kelompok pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok, salah satu kota kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Peristiwa, yang dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok ini terjadi karena perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan pemuda terkait pelaksanaan proklamasi kemerdekaan.

Golongan tua yang konservatif berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan sebaiknya dilakukan melalui PPKI, sesuai dengan waktu yang ditetapkan Jepang, pada 24 Agustus 1945. Di sisi lain golongan pemuda menolak proklamasi dilakukan melalui PPKI yang merupakan bentukan Jepang, dan menginginkan kemerdekaan yang terlepas dari pengaruh Jepang.

Di Jakarta, dialog antara golongan muda yang diwakili oleh Wikana dan golongan tua Ahmad Subardjo mencapai kata sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan harus dilaksanakan di Jakarta, dan diumumkan pada 17 Agustus 1945.

Golongan pemuda kemudian mengutus Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Subardjo ke Rengasdengklok dalam rangka menjemput Soekarno dan Hatta. Kepada golongan pemuda, Ahmad Subardjo memberi jaminan bahwa Proklamasi Kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945, dan selambat-lambatnya pukul 12.00.

Dengan jaminan itu, Cudanco Subeno, Komandan Kompi Peta Rengasdengklok, bersedia melepaskan Soekarno dan Hatta untuk kembali ke Jakarta dalam rangka mempersiapkan kelengkapan untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID