KABAR mengejutkan datang dari seorang nenek berusia 80 tahun di Rusia yang menjalani hidup dengan jarum panjang menempel di otaknya. Tentunya keadaan ini sungguh tidak wajar.
Mengutip dari New York Post, Rabu (11/1/2023), sang nenek memiliki jarum berukuran lebih dari satu inchi menempel di otaknya. Diketahui, jarum ini telah menempel di otaknya sejak lahir. Dokter yang mengetahui hal ini tentu sangat terkejut.
Para petugas medis di Pulau Sakhalin, Rusia, yang terpencil di Samudera Pasifik, menyimpulkan bahwa jarum tersebut kemungkinan besar adalah bukti kegagalan upaya orang tuanya untuk membunuhnya saat baru lahir selama Perang Dunia II.
Diketahui pada zaman tersebut banyak sekali orang yang mengalami kesulitan untuk makan hingga merasakan kelaparan.
“Insiden seperti itu biasa terjadi selama tahun-tahun kelaparan. Jarum tipis akan dimasukkan ke ubun-ubun bayi baru lahir untuk merusak otak,” tulis Departemen Kesehatan Sakhalin, yang melaporkan kasus aneh tersebut, di saluran Telegramnya.
“Ubun-ubun segera menutup, menutupi bukti kejahatan, dan bayinya meninggal,” katanya.
Walaupun demikian, pada kasus seorang nenek berusia 80 tahun ini, jarum sepanjang 1,2 inch atau sekitar tiga cm yang menembus lobus parietal kirinya tidak memberikan efek serius hingga meninggal dunia.
Maka dari itu, lansia 80 tahun ini di kala bayi menjadi salah satu bayi perempuan yang selamat dari percobaan pembunuhan orangtuanya. Selama menjalankan hidupnya nenek ini pun tidak pernah mengeluh sakit kepala karena ada jarum yang menusuk otaknya.
Keadaan tersebut membuat nenek ini tidak pernah mengetahui ada jarum di otaknya. Dirinya baru tahu ada jarum setelah melakukan CT Scan.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dokter tidak mencabut jarum
Setelah proses CT scan selesai dan mengetahui ada jarum di otak sang nenek, dokter telah memutuskan untuk tidak mencabut jarum tersebut dari otak karena takut hal itu dapat membahayakan nenek tersebut.
Berdasarkan penuturan dokter, sejauh ini kondisi kesehatan sang nenek sang baik-baik saja. Tidak dalam keadaan bahaya. Namun, saat ini keadaanya akan selalu dipantau.
“Kondisinya dipantau oleh dokter perawatan primernya,” tulis pernyataan itu.
You must be logged in to post a comment Login