VIRAL di media sosial seorang ibu membagikan cerita pengalaman anaknya mengidap salah satu penyakit kelainan perut gastroschisis. Kelainan perut itu sudah dirasakan oleh anak bernama Wawa sejak dirinya masih bayi sehingga menimbulkan perbedaan signifikan dengan anak-anak normal pada umumnya.
Pada bagian perut Wawa terlihat agak buncit dan bahkan tidak memiliki pusar pada bagian perutnya, ditambah seiring dengan berjalannya waktu porsi makan Wawa juga semakin meningkat, yang membuat sang ibu menjadi khawatir dengan perkembangan kesehatan anaknya.

“Waktu hamil udah terbayang-bayang bagaimana lucunya anak perempuan apa lagi model pakaiannya bagus-bagus banget, dibanding pakaian anak cowok, ternyata tida diduga dan tidak terbayang olehku kalau anakku mengidap kelainan di bagian perut,” tulis sang ibu dalam video, dikutip dalam aku TikTok @sitizulaikha0850.
BACA JUGA:
Merujuk pada kasus tersebut, apa itu gastroschisis?
Menurut laman Cleveland Clinic, gastroschisis merupakan cacat lahir yang mana saat didalam kandungan dinding perut mereka tidak terbentuk sepenuhnya di dalam rahim. Biasanya kondisi ini terjadi ketika awal kehamilan, organ bayi Anda mengapung di cairan ketuban di dalam rahim sehingga menyebabkan iritasi dan pembengkakan.
Penyebabnya itu sendiri belum diketahui secara pasti, namun hal ini dapat menjadi risiko kepada siapa saja saat menjalani kehamilan. Beberapa penelitian mengatakan gastroschisis akan lebih sering terjadi pada seseorang yang memiliki kehamilan muda dan biasa merokok, minum alkohol, atau obat-obatan lainnya selama kehamilan.
Selain itu gejala gastroschisis juga hanya dapat diketahui jika seseorang melakukan skrining darah, MRI, dan USG. Diagnosisi biasanya juga terjadi antara 18 dan 20 minggu kehamilan dengan tes prenatal rutin untuk memeriksan kondisi janin.
BACA JUGA:
Pada penderita gastroschisis ketika USG akan terlihat bagian perut, usus besar atau kecil yang terletak pada tubuh bayi akan berada di luar perut, usus juga mengalami pembengkakan, bengkok, serta suhu tubuh rendah (hipotermia).
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Lantas bagaimana pengobatannya?
Meskipun diagnosis gastroschisis dapat terjadi selama kehamilan, pengobatan juga tidak dapat dimulai sampai setelah bayi Anda lahir, maka pembedahan dilakukan pada saat bayi lahir agar organ tubuhnya dapat ditempatkan kembali ke tempat semula. Selain itu pembedahan juga dilakukan guna memperbaiki lubang didekat pusar agar mencegah organ kembali ke luar tubuh.
Bayi yang lahir dengan gastroschisis juga kemungkinan memiliki beberapa masalah kesehatan dalam hidup mereka seperti kelahiran prematur, penyumbatan usus, dan sindrom usus pendek yang di mana mungkin kasus ini jarang terjadi, hanya pada penderita yang kehilangan usus mereka.
Tindakan pencegahan yang dilakukan tentu dengan menjaga pola hidup sehat seperti mengurangi kebiasaan merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, tidakkonsumsi obat sembarangan, dan makan makanan dengan gizi seimbang.
You must be logged in to post a comment Login