KARAWANG – Calon presiden (capres) nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo Ganjar Pranowo menegaskan, jika dirinya terpilih menjadi presiden akan memperbaiki pendataan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos).
Ganjar menegaskan, bansos jangan diakui punya presiden.
“Ya, bansos itu kan untuk rakyat. Sudah dianggarkan, jadi bukan punya presiden,” tegas Ganjar, kepada wartawan saat mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Rengasdengklok, Jalan Perintis Kemerdekaan 33, Rengasdengklok Utara, Karawang, Jumat (15/12/2023).
Bansos tersebut, lanjut Ganjar, adalah pemerintah yang memberikan kepada rakyat. Dari pemerintah, jadi sekali lagi jangan diakui milik presiden. Oleh karena itu, lanjut Ganjar, dirinya bersama Mahfud MD punya program “Satu Data Indonesia” yang nanti warga memiliki KTP Sakti (Satu Kartu Terpadu Indonesia).
KTP Sakti inilah akan digunakan sebagai pendataan penerimaan bantuan dari pemerintah. Data-data warga yang berhak menerima bantuan akan dimasukkan ke dalam chip KTP.
Selain berfungsi sebagai database, KTP Sakti akan digunakan untuk urusan pelayanan publik, mulai dari pusat sampai ke daerah.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login