JAKARTA – Kostrad membentuk prajurit raider dan para raider sebagai pasukan elite TNI AD yang berada di bawah Pasukan Komando.
Secara umum, batalyon Raider tak berbeda dengan prajurit Batalyon Infanteri, namun kemampuan individu Raider lebih baik dari prajurit Infanteri.
Ide membentuk pasukan elite di seluruh Kodam, dicetuskan oleh, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu pada tanggal 22 Desember 2003.
Sebagai bagian Kostrad, prajurit Raider telah memiliki kemampuan kualifikasi intai tempur dan lintas udara. Sesuai dengan namanya Batalyon Raider yang dibentuk pada 2003 itu didesain untuk mampu melakukan serangan secara cepat dan mendadak.
Karena itu, prajurit Raider dibekali kualifikasi khusus untuk menguasai tiga kemampuan utama. Ketiganya yaitu spesifikasi antiteror untuk pertempuran jarak dekat; antigerilya dengan mobilitas tinggi; serta kemampuan melakukan pertempuran-pertempuran berlarut (panjang).
Adapun perbedaan raider dan para raider yang sama-sama bentukan dari Kostrad yakni adanya aturan baru pada 2015. TNI menambah kualifikasi Batalyon Lintas Udara. Batalyon inilah yang disebut sebagai Batalyon Para Raider.
Lalu, apa bedanya dengan Raider?
Para Raider diambil dari prajurit dengan core atau kualifikasi utama lintas udara (linud).
Dengan demikian, Para Rader awalnya adalah prajurit infanteri penerjun yang diberi tambahan kualifikasi Raider. Dengan kualifikasi tambahan itu, Para Raider diproyeksikan memiliki kemampuan melakukan penerjunan menyerang secara mendadak.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login