Bedah Plastik Bikin Ketagihan? Ini Faktanya! : e-Kompas.ID health - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Bedah Plastik Bikin Ketagihan? Ini Faktanya! : e-Kompas.ID health

[ad_1]

TREN bedah plastik tampaknya begitu hits di kalangan masyarakat. Di sosial media sendiri, banyak publik yang tak segan-segan memamerkan hasil operasi plastik meraka dengan tujuan estetika.

Hingga akhirnya muncul ungkapan bahwa tindakan bedah plastik bisa membuat seseorang merasa ketagihan. Mereka seakan tak pernah puas dan terus melakukan pembedahan pada tubuh mereka. Dokter Spesialis Bedah Plastik, Rekonstruksi dan Estetik Konsultan RSUP Persahabatan dr Erythrina Permata Sari, Sp.B.R.E., Subsp.M.O (K) pun mencoba menanggapi fenomena ini.

Dia mengatakan kondisi body dysmorphic disorder ini lah yang membuat fenomena seorang pasien merasa ketagihan dengan bedah plastik.

“Jadi memang ada kelainan pada pasien tersebut sehingga dia ingin operasi lagi dan operasi lagi,” ungkap Erythrina, dalam siaran langsung Kementerian Kesehatan, Selasa (9/1/2024).

Bedah Plastik

Body dysmorphic disorder sendiri merupakan kondisi di mana seseorang selalu merasa kurang dengan bentuk tubuhnya. Gangguan mental ini membuat penderitanya tak berhenti memikirkan kekurangan dari penampilannya ini.

Erythrina mengatakan penting adanya pendampingan pasien bedah plastik. Hal ini bertujuan agar pasien tersebut bisa dinasehati dan mengerem keinginan untuk melakukan bedah plastik secara terus menerus.

“Itulah pentingnya ada keluarga atau orang lain yang mengantarkan pasien, akan ikut memberi masukan,” tutur Erythrina.

Kondisi ketagihan bedah plastik ini juga tergantung dari pasien masing-masing. Namun, Erythrina membenarkan adanya fenomena pasien yang merasa ingin terus melakukan bedah plastik. Salah satu penanganannya dengan melakukan diskusi dengan pasien bersama ahli kejiwaan seperti psikolog dan psikiater.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Hal ini berguna memberikan pendampingan dan arahan untuk pasien agar tidak kecanduan operasi plastik. Erythrina mengatakan dokter bedah juga mewaspadai adanya kondisi gangguan mental tersebut. Dokter pun perlu mengamati dan hanya melakukan tindakan bedah kembali jika memang ada kelainan.

“Orang seperti itu biasanya tidak akan pernah puas. Jadi biasanya kita akan bekerjasama dengan psikologi atau psikiater untuk berdiskusi dengan pasien ini,” tuturnya.

“Kalau memang ada kelainan (bentuk) kita bisa mengerjakan. Tapi kalau tidak ada ya kami menjadi waspada,” ucapnya.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID