Partisipasi Umat Diperlukan untuk Merawat Sikap Toleransi Jelang Pemilu 2024 : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Partisipasi Umat Diperlukan untuk Merawat Sikap Toleransi Jelang Pemilu 2024 : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

JAKARTA – Presidium Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Restu Hapsari menyebut modernisasi merupakan perubahan-perubahan di dalam masyarakat mengenai perubahan norma sosial, nilai sosial, susunan lembaga yang ada di masyarakat, pola perilaku sosial, dan segala aspek di dalam kehidupan sosial.

Hal tersebut diutarakannya saat diskusi bertajuk “Gereja Sinodal Dalam Sukacita Keberagaman” yang berlangsung di Ruang Yosef Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Kegiatan tersebut sebagai penegasan terhadap pentingnya umat untuk menyikapi dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat mencakup situasi kemasyarakatan yang ada di Paroki Keluarga Kudus Cibinong yang sangat majemuk. Terlebih menjelang Pemilu 2024

“Oleh karena itu, perlu peran dan partisipasi aktif umat dalam menjaga dan merawat toleransi dan kerukunan agama dan kepercayaan,” ujarnya, dikutip, Selasa (6/2/2024).

Dalam fenomena politik dalam negeri, Restu menegaskan, liberalisasi politik, menggeser watak dan kultur politik ke kanan serta menguatnya politik identitas.

“Kita ingat, peristiwa bom Surabaya yang merupakan tragedi atas dampak doktrin paham radikalisme dan ini pertama di dunia, satu keluarga dalam misi bom bunuh diri, disusul oleh bom Makassar,” ungkap Restu yang juga Ketua Umum PMKRI 2002-2004 tersebut.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Untuk mencegah berkembangnya paham radikalisme dalam negeri, Restu berharap agar konsolidasi kekuatan nasionalis terus dilakukan dalam kehidupan masyarakat yang plural.

“Di sisi lain, Gereja Sinodal perlu membawa dan menghadirkan pembaharuan dalam hidup manusia serta sosial masyarakat, yang sebenarnya adalah meneruskan karya keselamatan Kristus, menjadi terbuka dan inklusif, menjadi tidak puritan dan konservatif, menjadi tidak eksklusif,” tutup Restu.

Acara tersebut diikuti 120 peserta dari Ketua Lingkungan, Orang Muda Katolik, Pemuda Katolik PKKC, Dhamiry A. Ghazaly (Ketua GP Ansor Kabupaten Bogor), Edi Silaban (Ketua Pemuda Katolik Jawa Barat dan Ketua Pokja 24 Keuskupan Bogor) dan lain sebagainya.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID