Usman Hamid: Hampir Seluruh Pengamat Sebut jika Pemilu Satu Putaran Pasti Dipenuhi Kecurangan! : e-Kompas.ID Nasional - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Usman Hamid: Hampir Seluruh Pengamat Sebut jika Pemilu Satu Putaran Pasti Dipenuhi Kecurangan! : e-Kompas.ID Nasional

[ad_1]

JAKARTA– Aktivis Hak Asasi Manusia, Usmad Hamid, mengatakan, sistem demokrasi Indonesia saat ini banyak terjadi kecurangan terkait Pilpres 2024.

Usman mengatakan, ada satu hal yang cukup menonjol dalam bulan-bulan terakhir ini adalah usaha-usaha untuk mendorong politik perjuangan, jadi misalnya sekarang ada gerakan salam empat jari.

Sementara ada usaha untuk mengalahkan Jokowi bersama pilihan politiknya yaitu Prabowo dan anaknya Gibran dengan mencoba mendorong persatuan antara kubu paslon 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, dengan pihak capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, untuk kemudian bersama masyarakat dan kalangan aktivis, sama-sama mengalahkan skenario Pemilu yang mau dibuat satu putaran.

“Dan kalau itu satu putaran hampir seluruh sarjana dan pengamat politik yang sangat kredibel mengatakan itu pasti dipenuhi dengan kecurangan,” kata Usman Hamid dalam 33 jam Live Podcast gerak 98 Menjaga Demokrasi di kanal Youtube Gerakan Aktivis 98, dikutip, Rabu (14/2/2024).

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya pemilihan umum menjadi hal yang kita punya untuk menegakkan demokrasi. Namun itu bisa terjadi bila pemilihan umum dapat berlangsung secara benar dan adil.

“Kalau kebebasan kita sudah merosot, oposisi parlemen kita sudah tidak ada, sebenarnya satu-satunya yang kita punya dalam demokrasi Indonesia setelah kita menjalani reformasi adalah sistem pemilihan umum,” kata dia.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Sistem pemilihan umum itu adalah satu indikator utama apakah sebuah negara bisa disebut negara demokrasi. Selama negara tersebut bisa melakukan pemilihan yang langsung secara jujur dan adil, maka masih bisa disebut negara demokrasi.

“Tapi hari ini kita lihat kita masih ragu dengan integritas demokrasi yang dipenuhi dengan kecurangan administratif, kecurangan politik, ini akan kita saksikan besok bagaimana pemilihan itu akan berlangsung,”ujarnya.

“Tentu saya berharap tidak ada kerusuhan elektoral, kekerasan elektoral, konflik elektoral apalagi sampai terjadi apa yang diprediksi oleh Prafesor Rahmat Syafaat dari Universitas Brawijaya, sebagai kaos, sebagai kemungkinan terjadinya kaos,” tutup Usman.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID