Ajak Generasi Muda Terapkan Blue Ocean Strategy, Sandiaga: Perlu Kolaborasi Ciptakan Market Baru : e-Kompas.ID Travel - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Ajak Generasi Muda Terapkan Blue Ocean Strategy, Sandiaga: Perlu Kolaborasi Ciptakan Market Baru : e-Kompas.ID Travel

[ad_1]

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengajak generasi muda mengimplementasikan pendekatan bisnis blue ocean strategy dalam pengembangan sektor parekraf di Indonesia.

Menurut Sandi, blue ocean strategy merupakan suatu pendekatan bisnis yang mengedepankan penciptaan peluang-peluang usaha baru yang belum dikuasai oleh kompetitor.

Sehingga, pelaku usaha tidak terfokus untuk mengalahkan kompetitornya, melainkan mereka akan mencari celah-celah dan kesempatan untuk menemukan pasar yang baru.

“Kita harus berkolaborasi bersama, generasi muda harus fokus menciptakan market baru, menciptakan sesuatu yang tidak banyak kompetitor. Ini adalah contoh blue ocean strategy,” ujar Sandi saat menghadiri acara ‘Sandiaga Uno Economic Vision for Indonesia’ Job Creation and Affordability For All di School of Goverment and Public Policy (SGPP), Cibinong, Kabupaten Bogor.

Menparekraf Sandiaga Uno

(Foto: dok. Kemenparekraf)

Sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta (2017-2018) hingga kini sebagai Menparekraf, Sandi mengaku konsisten membangun sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait, juga aktif melibatkan sektor privat secara aktif untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui dua pilar ini.

Salah satu prestasi yang ditorehkannya adalah saat bulan suci Ramadhan 2018, di mana Sandi dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur DKI kala itu, menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan hingga sukses mencapai stabilitas harga pangan.

Kolaborasi ini berdampak pada inflasi bulanan terkendali yang terefleksikan pada tingkat inflasi terendah di Jakarta dalam lima tahun.

Kemudian juga capaiannya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di mana ketika pandemi Covid-19 melanda, parekraf adalah sektor yang terdampak sangat dalam. Kunjungan wisatawan mancanegara menurun tajam, devisa pariwisata terkontraksi, pergerakan wisatawan nusantara juga terbatas.

Melalui penerapan blue ocean strategy di sektor parekraf Indonesia lanjutnya, maka akan memicu munculnya peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

Oleh karenanya, Kemenparekraf berusaha menerapkan blue ocean strategy dalam mengeluarkan program-program dan kebijakan dalam mengembangkan potensi parekraf yang dimiliki Indonesia seperti Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif), dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berkaitan erat dengan sertifikasi SNI CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability).

“Ini berbeda dengan red ocean strategy, di mana para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif itu saling bersaing dan berlomba-lomba untuk menurunkan harga,” ujar dia.

Meski demikian, sektor pariwisata Indonesia di tahun 2024 lanjut Sandi, akan terus menemukan terobosan-terobosan baru. Salah satunya berkaitan dengan green tourism atau pariwisata hijau yang mengutamakan keberlanjutan dan menjamin kebutuhan akan sumber daya lingkungan.

Menparekraf Sandiaga Uno

“Transisi menuju pariwisata hijau ini akan menciptakan lapangan kerja hijau atau green jobs. Investasi-investasi yang kita lakukan menunjukkan komitmen kita, termasuk dalam mengurangi emisi karbon dari total 8 persen menuju 4 persen di tahun 2030,” paparnya.

Ia menambahkan, tujuan dari acara ini tidak lain adalah untuk mempersiapkan generasi muda ke depan yang akan menjadi pemimpin bangsa ini.

“Tadi kami bertukar pikiran secara komprehensif tentang bagaimana membangun Indonesia ke depan, visi Indonesia Emas 2045 melalui kebijakan yang berpihak kepada ekonomi hijau,” demikian Sandi.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID