Connect with us

Nasional

1,5 Juta Orang Keluar Jabodetabek Sejak 22 April 

1,5 Juta Orang Keluar Jabodetabek Sejak 22 April 


Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengungkapkan berdasarkan hasil monitoring oleh Kemenhub tercatat sebanyak 1,5 juta orang telah keluar dari Jakarta, Bogor, Depok,Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) menuju ke beberapa daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera melalui pintu masuk di Lampung, sejak 22 April.

“Tujuannya apa tentu sangat bervariasi. Dan ini bukan hanya di masa peniadaan (mudik), itu dimulai sejak 22 April. Ini bukan dari tanggal 6-11 Mei, sejak dilakukan syarat pengetatan perjalanan, tapi sejak 22 April (2021),” ungkap Adita dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis (13/5).

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 13 Mei 2021. (Foto: tangkapan layar/Ghita Intan/VOA)

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam telekonferensi pers di Jakarta, Kamis, 13 Mei 2021. (Foto: tangkapan layar/Ghita Intan/VOA)

Lanjutnya, setelah dilakukan berbagai survei pihak Kemenhub memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H+3, dan H+7 Lebaran atau sekitar 16 Mei dan 20 Mei 2021. Maka dari itu, untuk mengantisipasi perebakan wabah virus Corona pasca liburan lebaran kali ini, pihaknya akan meningkatkan skrining berupa tes acak kepada para pemudik yang akan kembali ke wilayah Jabodetabek.

“Meningkatkan testing random kepada para pengguna angkutan jalan, baik itu roda dua maupun kendaraan pribadi roda empat yang nantinya tentu akan menggunakan berbagai akses jalan baik jalan tol, jalan arteri, maupun jalan-jalan kecil lainnya,” paparnya.

Dia menambahkan wajib tes rapid antigen atau GeNose juga akan diterapkan terhadap para pemudik di pintu Pelabuhan Bakauheni karena ada kecenderungan peningkatan kasus di Sumatera.

Dalam kesempatan itu, Adita juga menjelaskan pada 6-11 Mei 2021 atau dalam masa periode peniadaan mudik lebaran, terjadi penurunan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi umum.

Pemandangan udara pelabuhan Merak yang tampak kosong pada hari pertama larangan mudik Idul Fitri yang berlaku 6-17 Mei di Banten, 6 Mei 2021. (Foto: Galih/Antara Foto)

Pemandangan udara pelabuhan Merak yang tampak kosong pada hari pertama larangan mudik Idul Fitri yang berlaku 6-17 Mei di Banten, 6 Mei 2021. (Foto: Galih/Antara Foto)

Dia memaparkan angkutan jalan turun 86 persen; angkutan perjalanan turun 62 persen; angkutan laut turun 30 persen; kereta api turun 88 persen; dan angkutan udara turun sebesar 93 persen jika dibandingkan dengan masa pengetatan perjalanan.

“Ini menandakan bahwa masyarakat memang mematuhi ketentuan, karena penurunan perjalanan cukup signifikan di semua moda transportasi dan diharapkan ini akan terus bisa berlangsung sampai dengan masa peniadaan dan pada masa pengetatan syarat perjalanan,” katanya.

Adita juga mengingatkan masyarakat bahwa pelarangan mudik masih berlangsung dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Masyarakat yang terpaksa harus melakukan perjalanan pada periode tersebut harus menyiapkan berbagai dokumen penting, seperti surat keterangan negatif COVID-19, surat keterangan tugas, atau surat keterangan dari pemerintah daerah setempat jika memang ada kepentingan pribadi.

Pada masa pengetatan perjalanan yang berlaku pada 18-24 Mei 2021, masyarakat yang melakukan perjalanan pada waktu tersebut harus menyertakan dokumen negatif COVID-19, seperti tes swab PCR, rapid swab antigen yang berlaku 1×24 jam dan GeNose yang berlaku di hari keberangkatan.

Tes COVID-19 Pemudik

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi menjelaskan pihaknya akan memasifkan tes COVID-19 kepada para pemudik yang akan kembali ke ibu kota.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengatakan pihaknya akan memasifkan tes COVID-19 kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta. (Foto: tangkapan layar/Ghita Intan/VOA)

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi mengatakan pihaknya akan memasifkan tes COVID-19 kepada para pemudik yang akan kembali ke Jakarta. (Foto: tangkapan layar/Ghita Intan/VOA)

“Saya mengusulkan kemarin di rapat untuk melakukan testing kepada kendaraan pribadi maupun sepeda motor yang akan masuk ke Jakarta. Kalau untuk yang dari arah Lampung yang di Bakauheni itu sudah final kita akan lakukan di sekitar Bakauheni,”ungkap Budi.

Lanjutnya, ia juga mendapatkan usulan untuk melakukan tes corona kepada para pemudik di sejumlah tempat istirahat atau rest area sebelum memasuki dermaga di Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor dari arah Jawa Tengah dan Jawa Barat yang akan masuk ke Jakarta, Budi mengusulkan tes corona dilakukan di beberapa titik seperti di Jembatan Timbang Balonggandu, Pos Tegal Gubuk Susukan dan juga pemudik yang dari Palimanan menuju ke arah Jatibarang.

Untuk pemudik yang akan melewati jalan tol, pihaknya mengusulkan untuk mendirikan 21 titik pemeriksaan, yakni di antaranya di 13 titik rest area mulai dari pintu tol Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Selain di rest area, tes COVID-19 bagi para pemudik ini juga akan dilakukan di lima pintu tol gerbang utama yang salah satunya adalah gerbang tol Kalikangkung.

Bagi pemudik yang akan kembali ke Jakarta dari arah Pelabuhan Merak, Banten, titik tes COVID-19 akan ada di dua tempat rest area. Budi menekankan tes rapid swab antigen ini akan dilakukan secara acak atau random sampling. Namun, ia berharap pihaknya akan melakukan testing kepada para pemudik dengan jumlah yang cukup maksimal.

“Jadi intinya, masyarakat yang akan menggunakan kendaraan bermotor roda empat dari wilayah Banten, lewat tol Merak-Jakarta termasuk dari Jawa Tengah, Jawa Barat sampai dengan Jakarta itu akan kita lakukan pengetesan baik di rest area atau kemudian di pintu tol utama, jumlahnya ada sekitar 21 titik,” pungkasnya. [gi/ft]



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement