Connect with us

Nasional

3 Kabupaten di NTT Berhasil Berantas Malaria


Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur Messerassi B.V Ataupah mengatakan saat ini terdapat dua kabupaten dan satu kota di wilayah itu yang telah mencapai eliminasi malaria sejak 2020, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Sebanyak 64 persen kabupaten telah mencapai Annual Parasite Incidence (API) <1 per 1.000 penduduk, tetapi masih terdapat 14 persen kabupaten dengan API >5 per 1.000 penduduk. API merupakan jumlah positif malaria per seribu penduduk dalam satu tahun.

“Kita punya permasalahan sampai hari ini, yaitu di daerah daratan Pulau Sumba yang API-nya masih di atas tiga puluh di daratan Sumba,” kata Messerassi dalam pengarahan pers mengenai Hari Malaria Sedunia, Jumat (23/4/2021).

Seorang pria berjalan di belakang model nyamuk Anopheles di Pusat Darwin yang baru di Museum Sejarah Alam, di London, 8 September 2009. (Foto: REUTERS/Stefan Wermuth)

Seorang pria berjalan di belakang model nyamuk Anopheles di Pusat Darwin yang baru di Museum Sejarah Alam, di London, 8 September 2009. (Foto: REUTERS/Stefan Wermuth)

Hari Malaria Sedunia diperingati setiap tanggal 25 April. Di Indonesia peringatan hari malaria sedunia tahun ini mengangkat tema “Bersama Masyarakat Menuju Indonesia Bebas Malaria.”

Menurut Messerassi B.V Ataupah upaya kunci eliminasi malaria di tiga kabupaten itu di antaranya dengan memfokuskan penemuan kasus malaria, promosi pencegahan malaria, pengawasan migrasi bagi pelaku perjalanan kerja sama kantor kesehatan pelabuhan dan/atau kepala desa. Upaya pencegahan juga dilakukan dengan pembagian kelambu. Di 2020 sebanyak 963.900 kelambu didistribusikan kepada masyarakat yang berada di kabupaten dengan endemisitas tinggi, sedang, rendah dan kabupaten kota yang sudah mencapai eliminasi malaria.u

Capaian Eliminasi Malaria di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2020 disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur Messerassi B.V Ataupah. Jumat (23/4/2021) dalam tangkapan layar.

Capaian Eliminasi Malaria di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2020 disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur Messerassi B.V Ataupah. Jumat (23/4/2021) dalam tangkapan layar.

Diakuinya upaya eliminasi malaria di Nusa Tenggara Timur dihadapkan pada sejumlah tantangan di antaranya pencapaian nol kasus malaria lokal di lima kabupaten perbatasan Indonesia-Timor Leste, meliputi Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu dan Malaka. Termasuk menurunkan status endemis tinggi malaria di Pulau sumba yang stagnan.

Kasus Malaria Menurun Sejak 2010

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik (P2PTVZ), Kementerian Kesehatan Didik Budijanto, menjelaskan tren kasus malaria di Tanah Air mengalami penurunan dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2020, jumlah kasus malaria sebanyak 235.780 dibandingkan situasi pada 2010 sebanyak 465.764 kasus.

“Kasus distribusinya kalau kita lihat grafiknya yang menonjol masih satu, yaitu di daerah timur di daerah Papua. Memang 80 persen dari kasus malaria ini ada di daerah Papua” kata Didik Budijanto dalam pengarahan pers mengenai Hari Malaria Sedunia 2021, Jumat (23/4).

Dikatakannya tantangan pencegahan dan pengendalian malaria di wilayah dengan endemisitas tinggi dikarenakan pemahaman masyarakat setempat yang masih menganggap malaria adalah penyakit biasa.

“Tentu saja menjadi tantangan kita bersama, terutama di daerah endemis ini masyarakat itu masih menganggap bahwa malaria adalah penyakit yang biasa. Jadi sepertinya sudah biasa hidup dengan malaria, sehingga perlu memberi informasi kepada masyarakat bahwa meskipun malaria ini bisa dicegah tapi kalau tidak diobati dapat mengakibatkan kematian” jelas Didik Budianto terkait masih tingginya kasus malaria di bagian Timur Indonesia.

Melalui pengendalian malaria, pemerintah ingin mencapai masyarakat Indonesia bebas dari penularan malaria (eliminasi malaria) pada tahun 2030. Pencapaian Indonesia Bebas Malaria 2030 didahului dengan pencapaian daerah bebas malaria tingkat provinsi dan sebelum itu seluruh kabupaten/kota di Indonesia harus sudah mencapai bebas malaria.

Tentara Pasukan Bela Diri Jepang menyemprot suatu daerah untuk mencegah malaria di Banda Aceh, 3 Februari 2005. (Foto: REUTERS/Dadang Tri dw/JJ)

Tentara Pasukan Bela Diri Jepang menyemprot suatu daerah untuk mencegah malaria di Banda Aceh, 3 Februari 2005. (Foto: REUTERS/Dadang Tri dw/JJ)

Berdasarkan capaian endemisitas per provinsi tahun 2020, menempatkan DKI Jakarta, Jawa Timur dan Bali sebagai provinsi yang berhasil mencapai eliminasi di seluruh kabupaten kota. Sedangkan di Maluku, Papua Barat dan Papua belum memiliki satupun kabupaten/kota yang telah mencapai eliminasi malaria.

Dijelaskannya dari jumlah 514 kabupaten dan kota, 318 telah berhasil mencapai eliminasi malaria, 152 dikategorikan endemis rendah, 21 endemis sedang dan 23 endemis tinggi.

Provinsi yang masih memiliki kabupaten/kota endemis tinggi malaria adalah Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Papua. [yl/em]



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *