BEREDAR kabar jika rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di kawasan Bekasi, Jawa Barat, digeledah penyidik Polda Metro Jaya.
Dikabarkan penggeledahan tersebut diduga terkait kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang kini dalam tahap penyidikan dan pencarian barang bukti. Berikut sejumlah faktanya:
1. Ini Kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto enggan menanggapinya terkait kabar jika rumah Ketua KPK Firli Bahuri digeledah anak buahanya.
“Kabid Humas ya, Kabid Humas,” ujar Karyoto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (10/10/2023).
Sebagaimana diketahui, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan penanganan dugaan kasus pemerasan terkait mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah naik statusnya dari penyelidikan ke penyidikan.
2. KPK Hormati Proses Hukum
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron menyatakan, menghormati penyidikan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pimpinan lembaga antirasuah. Pemerasan tersebut diduga terkait penanganan perkara di Kementerian Pertanian.
Munculnya isu pemerasan tersebut ditengah penyidikan KPK di lingkungan Kementerian Pertanian. Meski ada pengusutan dugaan pemerasan, penyidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian tetap berjalan.
“KPK menjalankan proses berdasarkan hukum dan alat bukti, dan akan terus menindaklanjuti sesuai tahapan prosedur selanjutnya,” kata Ghufron saat dihubungi.
“Kalaupun ada proses hukum sampingannya oleh APH (aparat penegak hukum) lainnya itu hal yang terpisah, dan kami hormati proses tersebut tetapi kami jalan terus untuk pokok perkara yang sedang kami proses tidak akan mempengaruhi proses hukum yang sedang kami lakukan,” ucapnya.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News


You must be logged in to post a comment Login