4 Fakta Menarik Orang Tak Punya Pendapatan dan Miskin Enggak Bayar Pajak : e-Kompas.ID Economy - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

4 Fakta Menarik Orang Tak Punya Pendapatan dan Miskin Enggak Bayar Pajak : e-Kompas.ID Economy



JAKARTA – Orang tak berpenghasilan dan miskin diperbolehkan tidak membayar pajak.

Justru, pajak yang tinggi dipatok untuk para orang kaya agar secara tidak langsung bisa membantu masyarakat miskin mendapatkan layanan sosial yang layak. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Berikut fakta menarik orang miskin tak perlu bayar pajak, dirangkum e-Kompas.ID pada Senin, (15/11/2021):

1. Pajak Si Kaya untuk Si Miskin

Penarikan pajak orang kaya disebut Menkeu sebagai langkah membantu orang miskin. Hal ini merupakan prinsip keadilan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) yang menyebut bahwa masyarakat dengan pendapatan lebih besar akan membayar pajak lebih tinggi.

Baca Juga: Stafsus Menkeu: Pelayanan Pajak Harus Jelas dan Transparan

“Kami mengumpulkan pajak dari orang kaya dan menggunakannya untuk menyediakan jaring pengaman sosial dan dukungan bagi orang miskin dan rentan. Inilah sebenarnya desain atau gagasan keadilan dalam nilai Islam, keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

2. Perlindungan Melalui PEN

Daripada memungut pajak berlebih pada masyarakat miskin, Sri Mulyani menyebut pemerintah memberikan perlindungan sosial melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dia mengatakan, program ini bertujuan untuk masyarakat miskin yang rentan bertahan dari dampak pandemi Covid-19.

Menkeu juga menyebut, pemerintah menggunakan fiskal tools bahkan selama situasi non-Covid dengan mengalokasikan anggaran secara progresif, terutama untuk yang paling miskin.

Baca Juga: NIK KTP Jadi NPWP, Enggak Bisa Lagi Ngaku Miskin demi Bansos

“Dalam situasi Covid, kebijakan fiskal memberikan dukungan luar biasa bagi masyarakat miskin dan rentan,” ujarnya.

3. Bukan Pajak yang Memberatkan, Justru Berbagai Bantuan

Sebelumnya, banyak kesalahpahaman bahwa pajak memberatkan masyarakat. Menkeu meluruskan har tersebut dengan menyebut bahwa tidak semua masyarakat wajib membayar pajak.

Dia mengatakan, orang yang harus membayar pajak adalah mereka yang memiliki gaji tertentu di atas batas pendapatan yang diatur dalam Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). “Nggak juga, kalau kalian belum dapat pekerjaan ya tidak perlu membayar pajak,” kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (9/11/2021).

Di sisi lain, Menkeu menjelaskan bahwa pemerintah memberikan berbagai bantuan sebagai cerminan implementasi prinsip keadilan. Contohnya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, diskon listrik, bantuan kuota internet, hingga bantuan subsidi upah pekerja.

4. Pentingnya Membayar Pajak

Dalam UU HPP, NIK diatur akan menjadi NPWP sebagai common identifier. Hal ini memuat prinsip era baru perpajakan, yaitu transparan, adil, dan sederhana.

Staf Khusus Menkeu Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menyebut, membayar pajak bisa membuat masyarakat turut membangun peradaban. Oleh sebab itu, kepatuhan pajak ditinggikan dengan transparansi.

“Dengan membayar pajak, saya ikut menyekolahkan tetangga saya yang miskin. Dengan membayar pajak, saya membantu orang yang tidak mampu bisa mendapatkan layanan kesehatan. Ada jalan bagus, bandara bagus, dan sebagainya. Itu dari pajak,” ujar Yustinus dalam Tax Gathering 2021 yang digelar KPP Pratama Jakarta Sawah Besar Dua di Jakarta.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *