6 Tips Ajarkan Agama Sejak Dini kepada Anak agar Selamat Dunia Akhirat : e-Kompas.ID Muslim - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

6 Tips Ajarkan Agama Sejak Dini kepada Anak agar Selamat Dunia Akhirat : e-Kompas.ID Muslim


PENDIDIKAN agama kepada anak sejak dini adalah yang sangat penting. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bahkan banyak memberi contoh. Rasulullah adalah sosok teladan yang baik dan dapat menjadi panutan bagi orangtua Muslim dalam mendidik anak-anak.

“Cara mendidik anak seperti yang diajarkan oleh Rasulullah memiliki nilai akhlaktul karimah. Semua langkah Nabi Muhammad adalah kebaikan dan keindahan. Termasuk pendidikan maha luhur terkait bagaimana mendidik anak-anak beliau menjadi generasi sukses dunia akhirat,” kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin kepada e-Kompas.ID beberapa waktu lalu.

Lantas, bagaimana cara Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam mendidik anak sejak dini agar selamat dunia dan akhirat?

Baca juga: Ustadz Khalid: Mendidik Anak Salih Harus Sabar dan Bertahap 

1. Sedini mungkin mengenalkan Allah Subhanahu wa ta’ala

Pertama, mengenalkan Allah Subhanahu wa ta’ala sejak dini, yaitu dari bayi hingga dewasa. Mengenalkan ketauhidan, siapa Allah dan tujuan Allah Ta’ala menciptakan manusia.

Kemudian senantiasa membangun karakter sejak dini, seperti membentuk akidah dan keimanan yang menjadi tonggak awal sukses dan tidaknya anak-anak ke depannya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS Luqman: 13)

Anak salih. (Foto: The Power of Life)

2. Mengajarkan agama dan akhlak

Kedua, mengajarkan pendidikan agama dan akhlak (moral). Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memberikan teladan dan petunjuk, baik teguran ketika seorang anak berbuat kesalahan maupun memberi pujian jika melakukan kebaikan.

“Nabi mengajarkan anak-anak beliau akhlakul karimah. Akhlak terhadap Allah dan akhlak terhadap sesama manusia, termasuk kepemimpinan, kesabaran, dan kesederhanaan hidup,” ujar Ustadz Ainul Yaqin.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ}.

Artinya: “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.” (HR Imam At-Tirmidzi dan Imam Al Hakim)

Baca juga: Kiat Memberi Tahu Anak Tentang Halal-Haram dalam Islam 

3. Mengajarkan tanggung jawab dan amanah

Ketiga, mengajarkan tanggung jawab dan amanah, seperti menjalankan tugas sebagai manusia yakni dengan melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa ta’ala sejak dini berupa sholat dan kewajiban-kewajiban lainnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

مُـرُوْا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّـلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوْا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ.

Artinya: “Suruhlah anak kalian salat ketika berumur 7 tahun, dan kalau sudah berusia 10 tahun meninggalkan sholat, maka pukullah ia, dan pisahkanlah tempat tidurnya (antara anak laki-laki dan anak wanita).” (HR Abu Dawud)

Dengarkan Murrotal Al-Qur’an di e-Kompas.ID.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Ajarkan kejujuran

Keempat, limpahkan kasih sayang sebaik mungkin. Ajarkan kejujuran dalam komunikasi dan informasi dalam segala aspek kehidupan, sehingga Anak merasa nyaman ketika berhadapan dengan orangtuanya.

Baca juga: Anak Salih yang Berbakti Jadi Cerminan Sikap Orangtuanya 

5. Ajarkan memilih kawan yang baik

Kelima, ajarkan memilih kawan yang baik. Tumbuhkan lingkungan yang sehat dan penuh kebahagiaan sehingga akan tercipta generasi yang kuat.

“Nabi Muhammad dari mulai kecil berada di lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat lahir dan batin di tengah degradasi moral kaum Quraisy pada waktu itu,” tutur Ustadz Ainul Yaqin.

Hal ini juga dijelaskan dalam riwayat hadis, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.

Artinya: “Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman.” (HR Imam Abu Dawud dan Imam Ahmad)

Anak salih. (Foto: Freepik)

Baca juga: 6 Keutamaan Memberi Nafkah Keluarga 

6. Selalu mendoakan kebaikan untuk anak

Keenam, para orangtua jangan pernah lupakan berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala terkait hal-hal yang bterbaik untuk anak-anaknya.

“Jangan tanggung-tanggung ketika meminta kepada Allah buat anak-anak tercinta,” ungkap Ustadz Ainul Yaqin.

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Robbi ja alni muqimas sholati wa min dzuriyyati, robbana wa taqobal doa, Robbannagh firli wa li wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaqumul hisab

Artinya: “Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat. Ya Tuhanku, perkenankanlah doaku, ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin pada hari terjadinya hisab.” (QS Ibrahim: 40–41)

Wallahu a’lam bishawab.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *