JAKARTA – Atlet yang tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 diminta lebih berhati-hati saat mengonsumi makanan dan minuman, Sebab, panitia PON akan memperketat aturan doping bagi para calon atlet yang akan berpartisipasi.
Hal Ini disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) PB PON Papua, Elia I. Loupatty, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Menurutnya, minum obat-obatan herbal bisa saja mempengaruhi pada pemeriksaan doping.

Atas hal ini, Ia menyarankan para calon kontingen atlet untuk melaporkan kondisinya ke dokter secepat mungkin. Pasalnya, panitia akan langsung mendiskualifikasi peserta yang ketahuan mengonsumsi zat terlarang ini.
“Kalo atletnya biasa minum ini dan minum itu karna herbal kampung dan seterusnya, kami berharap melapor ke dokter dan ini harus dihubungi oleh tim anti-dopping. Jangan sampai karena kita biasa di kampung, kita biasa minum ini dan daun ini dan seterusnya, tapi berpengaruh pada dopping,” ucap Elia I. Loupatty.
“Kasian yah padahal tidak bermaksud. Tapi, sebab ketika pemeriksaan selesai tidak bisa ditolak. Kali ini doping jangan jadi masalah, atlet Indonesia harus menciptakan kualitas PON yang diinginkan supaya kita murni bermain,” lanjutnya.
Sebelumnya, upaya memperketat tes doping ini diwujudkan panitia dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Doping Internasional. Pilihan tertuju pada tiga negara, yakni Jepang, India, dan Qatar.
BACA JUGA: Hadiri Gathering Sponsor PON XX Papua 2021, KSP Moeldoko Ungkap Optimisme
Setelah menimbang-nimbang bersama KONI Pusat dan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) memutuskan untuk memilih Doha, Qatar. Saat ini pun mereka tengah menyusun kesepakatan dengan pihak Doha.

You must be logged in to post a comment Login