Istana tahu bahwa AB dan AHY potensial leader di 2024, mungkin istana sudah bikin survei sendiri diam². Istana juga tahu bahwa saat ini masih belum ada lawan kuat dari kubunya buat fight dengan AB maupun AHY.
AHY dan AB punya kemampuan akademik yang cukup bagus, AHY pernah belajar bagus di luar negeri, sementara AB sudah dikenal masyarakat dunia sehingga ada feedback ke tanah air dalam perjalanan kontesasi menuju Pilpres 2024. Jadi keduanya punya kemampuan masuk ke dalam isu² global, entah itu politik dunia, soal isu² lingkungan, soal kemanusiaan, 4.0 industri.
Isu kudeta yang mewarnai Demokrat, mau ngak mau telah membuat Ketumnya, AHY harus fokus membangun konsolidasi² di internalnya, membangun soliditas, membangun komunikasi, dan setelah itu memperbaiki citra partainya. Dan itu butuh waktu yang sangat lama, tahunan.
Jadi kudeta kepada kepemimpinan AHY di Demokrat mau gagal atau berhasil, kemungkinan besar telah menunda langkah AHY untuk tidak ikutan nyapres di 2024.
SBY sendiri sepertinya memang tidak berharap AHY ikutan Pilpres. Indikasi itu bisa terlihat saat AHY diangkat jadi Komandan Kogasma PD yang kemudian ditugasi menjadi ketua pemenangan pilkada beberapa tahun yang lalu, logikanya kan ngak masuk akal seorang yang akan diorbitkan menjadi capres kelak entah di 2019 dan 2024 dijadikan ketua tim pemenangan pilkada. Indikasi lain SBY saat masih jadi Presiden dan setelah menjadi ketua majelis tinggi Demokrat saat ini pun juga ngak mendorong partainya untuk menolak PT 20%.
Justru yang sangat mendorong AHY menjadi calon presiden itu Ani Yudhoyono ( Alm ), suksesi itu sudah terlihat sejak 2007 silam, terungkap dari kabel berstempel ‘rahasia’ dikirim dari Kedubes AS di Jakarta kepada diplomat Amerika di Canberra, Australia dan Badan Intelijen AS (CIA). Di dalamnya, berisi informasi kontroversial sepanjang skandal mata² Australia terhadap Indonesia.
Bukan Wakil Presiden, bukan pula menteri dalam jajaran kabinet Presiden SBY. Justru Ibu Negara Ani Yudhoyono lah yang menjadi target utama penyadapan kala itu. Dalam dokumen yang dibocorkan oleh WikiLeaks, seperti dilansir laman The Australian dan dikutip Liputan6.com, Minggu (15/12/2013), Ani digambarkan sebagai penasihat paling berpengaruh terhadap SBY.
Intelijen dan agen mata-mata di Canberra penasaran dibuat Bu Ani. Mereka mencurigai, perempuan bernama lengkap Kristiani Herawati itu tengah merencanakan pembangunan dinasti keluarga yang berpuncak pada dijadikannya sang putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai presiden.
You must be logged in to post a comment Login