JAKARTA – Akademisi Universitas Paramadina yang juga Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Periode 2017-2018, Yudi Latif menilai sistem Pemilihan Umum (Pemilu) apabila menggunakan uang hitam (money politics) akan terus menimbulkan putaran korupsi tiada henti.
Hal tersebut ia sampaikan dalam Talkshow PPATK dengan tajuk ‘Sinergi Membangun Negeri, Mencegah Kriminal Menguasai Negeri’ pada Selasa (22/3/2022).
“Kedekatan kita dengan Pancasila seharusnya semakin menjauhkan kita dari korupsi dan uang haram yang mengalir dalam pemerintahan demokrasi,” ujar Yudi Latif.
Ia menyebutkan bahwa sistem demokrasi sehat dalam sebuah negara tidak akan berjalan lama apabila dikuasai kedua hal tersebut yakni korupsi dan uang haram. “Keduanya dapat merusak tata nilai pemerintahan,” kata Yudi Latif.
Baca juga: Soal Pemilu 2024, PPATK: Jangan Sampai Adu Kekuatan Uang
Menurut dia, korupsi bisa bermula dari biaya politik mahal, ada uang gelap (tidak clean).
“Apabila pemilu itu dibiayai hasil korupsi, maka apa yang dihasilkan akan menjadi korupsi sehingga hasilnya akan sia-sia (waste),” tutur Yudi Latif.
Baca juga: Keukeuh Tunda Pemilu, Menko Luhut: Kenapa Jokowi Harus Turun?
Ia menegaskan apabila demokrasi dibiayai uang haram, maka akan membuat kepercayaan publik terhadap seluruh institusi hancur.
“Hal itu berdampak dengan timbulnya kesenjangan sosial dan distrust,” pungkas Yudi Latif.
(fkh)


You must be logged in to post a comment Login