[ad_1]
Berita.
judul aslinya, karena kepanjangan
Aksi Konyol Maling Motor di Solo, Curi Scoopy Tinggalkan Vario Miliknya Plus KTP di Bagasi

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sebuah aksi maling motor paling tak lazim terjadi di Solo, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi di kantor jasa pengiriman logistik Si Cepat, pada Jumat (5/2/2021) sekira pukul 12.30 WIB.
Yang membuat maling motor ini tak lazim, pelaku mencuri sepeda motor Honda Scoopy di tempat tersebut. Konyolnya, motor Honda Vario milik pelaku ketinggalan di lokasi, yang lebih konyol lagi, di dalam Honda Vario itu, ada KTP milik pelaku.
Aksi maling motor ini terekam kamera CCTV di lokasi tersebut.
Mengutiip Tribunnews, bermodalkan setiap detik rekaman CCTV, pemilik honda Scoopy yang dicuri bersama karyawan Si Cepat menelusurinya.
Mengingat maling motor sempat mondar-mandir beberapa kali sebelum akhirnya memarkirkan sepeda motor Honda vario hitam.
Fajar Sinaray mengungkapkan sepeda motor Scoopy sebenarnya mau dipakai pemilik untuk shalat Jumat.
Kejadian maling motor terjadi Jumat (5/2/2021) sekira pukul 12.30 WIB.
“Mau dipakai Salat Jumat tapi ditinggal sebentar (pemilik) ke dalam, posisi kunci memang menempel di motor,” ungkap Fajar, Sabtu (6/2/2021).
“Pemilik baru masuk sebentar, lalu keluar sepeda motor sudah tidak ada,” tambahnya.
Sejumlah karyawan kemudian melihat rekaman CCTV di lokasi kejadian dan bertanya ke sejumlah saksi di kawasan tersebut.
Didapati sepeda motor pelaku masih ditinggal dan terpakir di toko sebelah timur Si Cepat.
“Habis itu kita tahu kalau sepeda motor itu milik pelaku, kita masukan ke halaman belakang kantor,” kata Fajar.
Setelah dicek, ternyata ada tas dan sejumlah identitas pelaku yang tertinggal di bagasi sepeda motor Vario hitam.
“Ada fotokopi SIM dan KTP. Langsung kami laporkan ke polisi,” ujar dia.
sumber berita
Pesan TS

Maling kalau sendirian memang bisa apes, apalagi pakai bawa motor segala dan ditinggal di toko sebelah. Tetap saja sekarang ini banyak cctv dimana-mana, ya tentu saja akan ketahuan juga aksinya.
Terkadang kalau maling sendirian itu tidak berfikir rasional, mungkin saja harga scoopy lebih mahal dibandingkan Vario, apalagi kalau motornya tahun tua dan yang hanya 110cc.
Dia mungkin tidak tahu atau sengajs menghitung untung ruginya, alias tukeran motor. Bisa jadi ini maling yang masih pengertian, secara tak langsung sengaja meninggalkan motor miliknya karena kasihan yang punya motornya dia embat.
Tapi yang menarik adalah foto kopi KTP si maling yang ada dibagasi, yang jadi pertanyaan cara membuka bagasinya bagaimana? Apakah dibongkar?

Menarik kalau ternyata motor si maling digeledah dengan cara dibongkar, disini motor di pindahkan ke kantor dari toko sebelah. Apakah ada kuncinya? Sedangkan motor yang dimaling alias si scoopy memang masih nyantel kuncinya, disini cara memindahkannya tidak ada keterangan. Mungkin saja digotong rame-rame, kemungkinan ini bisa saja terjadi.
Dan yang krusial banget adalah ditemukan identitas dan tas dari si pelaku, apakah ada STNK dari motor tersebut? Jangan-jangan Vario itu hasil dari maling.
Bisa saja identitas yang disebutkan adalah pemilik Vario yang dimaling sebelumnya, karena memang profesinya maling. Kalau begini akan kehilangan jejak lagi donk.
Tapi mudah-mudahan identitas itu benar kepunyaan si maling, dan dapat ditangkap biar tak meresahkan masyarakat lainnya.
Pesan TS simple, saat ini dimana corono ga beres-beres bahkan hotel bintang lima pun sudah banyak yang dijual di marketplace, phk terus bertambah, pengangguran semakin banyak, putaran ekonomi melambat harus maka kita harus waspada pada setiap hal.

Apalagi parkir kendaraan bermotor jangan lupa untuk kunci ganda, jangan juga untuk selalu kunci stang walau hanya ditinggal beberapa menit. Aksi maling motor ini sangat cepat, bahkan bisa dibilang aksinya ini terbilang nekat.
Maka tetap waspada gan, ekonomi yang sedang carut marut akan banyak menimbulkan gejolak sosial. Jangan sampai motor kamu kemalingan.

[ad_2]
Sumber Berita
You must be logged in to post a comment Login