Anak Usia di Bawah 2 tahun Jangan Diberi Serat Terlalu Banyak, Ini Alasannya : e-Kompas.ID Lifestyle - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Anak Usia di Bawah 2 tahun Jangan Diberi Serat Terlalu Banyak, Ini Alasannya : e-Kompas.ID Lifestyle



ANAK usia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak diberi asupan serat terlalu banyak. Demikian diungkapkan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang dari Rumah Sakit Umum Pusat Dokter Kariadi Semarang, Fitri Hartanto.

“Lambung anak kecil, diisi dengan serat, padahal serat dicernanya lama. Artinya anak kenyangnya jadi lebih lama, yang terjadi tidak mau makan, kebutuhannya tidak terpenuhi, banyak masalah pertumbuhan yang terjadi,” kata dr Fitri di sela webinar mengenai kesehatan anak, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Anak Ternyata Lebih Rentan Dehidrasi, Ini Penyebabnya 

Dinukil informasi dari Kementerian Kesehatan, anak usia 0 hingga 6 bulan belum memiliki kecukupan serat yang dianjurkan. Sementara anak usia 6 sampai 11 bulan kebutuhan seratnya sekira 10 gram per hari. Jumlah asupan serat yang dibutuhkan anak pun meningkat seiring pertambahan usianya.

Ketimbang terlalu fokus pada serat, dr Fitri yang menjabat sebagai ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Tengah itu mengingatkan orangtua pentingnya asupan zat gizi lain yang harus tercukupi, salah satunya lemak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan lemak di bawah usia 2 tahun adalah 35 hingga 45 persen dari total energi.

“Anak kurang dari 2 tahun tidak dianjurkan merestriksi lemak karena perlu tinggi lemak untuk mencukupi kebutuhan energi. Buah dan sayur kebutuhannya sangat sedikit di bawah usia 2 tahun sehingga kita tahu apa yang baik orang tua tak selalu baik untuk anak. Lemak baik untuk anak tidak baik untuk dewasa. Serat baik untuk dewasa tetapi belum baik untuk anak usia di bawah 2 tahun,” kata dia.

Baca juga: Ini Gejala Anak Mengalami Dehidrasi, Ketahui Juga Cara Mengatasinya 

Anak usia 6 hingga 8 bulan contohnya, membutuhkan 60 sampai 90 kkal lemak per hari. Sementara anak usia 9 hingga 11 bulan biasanya kebutuhannya lemaknya setiap hari 90 sampai 130 kkal. Jumlah kebutuhan lemak meningkat menjadi 170 sampai 250 kkal per hari pada anak berusia 12 hingga 23 bulan.

Di sisi lain, IDAI juga mengingatkan orangtua tidak mengutamakan karbohidrat sebagai komposisi makanan anak, melainkan juga memerhatikan asupan gizi lainnya seperti protein. Komposisi protein yang diperlukan yakni 10 sampai 15 persen dari total kalori.

Anak usia 6 hingga 8 bulan misalnya, membutuhkan 20 sampai 30 kkal protein setiap harinya. Kemudian 30 sampai 45 kkal untuk anak usia 9 hingga 11 bulan. Lalu jumlahnya meningkat menjadi 55 sampai 80 kkal per hari pada anak berusia 12 hingga 23 bulan.

Untuk memudahkan, contoh konsumsi lauk pauk sumber protein anak usia 12 hingga 23 bulan seperti telur 2 sampai 3 butir per hari, daging ayam atau ikan 80 hingga 120 gram per hari, 75 sampai 90 gram hati ayam.

Baca juga: 275 Daerah Raih Penghargaan Kota Layak Anak 2021 

Sumber lemaknya bisa meliputi 50 gram santan per kali makan atau dengan 1 sendok teh margarin/mentega/minyak goreng per kali makan, bisa pula diganti minyak kelapa, minyak jagung atau minyak kedelai.

Untuk sayur dapat diberikan 1/3 gelas (setelah dimasak) per harinya. Buah-buahan dapat diberikan ½ potong atau ¼ gelas buah segar dan sebagai pelengkap dapat diberikan produk dairy seperti susu, yoghurt sekitar 2 sampai 3 gelas per hari (1 porsi = 250 ml).



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *