Antisipasi Tawuran, Polisi Perketat Pengawasan di Waktu Rawan : e-Kompas.ID Megapolitan - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Antisipasi Tawuran, Polisi Perketat Pengawasan di Waktu Rawan : e-Kompas.ID Megapolitan



JAKARTA – Dalam mengantisipasi aksi tawuran yang kerap terjadi di RE Martadinata, Polsek Tanjung Priok akan memperketat dalam hal ini mengintensifkan kegiatan patroli di waktu tertentu.

Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Ghulam Nabhi Pasaribu mengatakan, pihaknya akan melakukan Patroli beberapa lokasi dan pada waktu atau jam-jam rawan adanya aksi tawuran.

Baca juga:  SMK di Jambi Diserang Puluhan Orang, Penjaga Sekolah Diancam Celurit dan Motor Dirusak

“Patroli kita tetap gencarakan di daerah Bahari, Sunter ya itu sudah protap (prosedur tetap),” ungkap Ghulam saat dikonfirmasi, Sabtu (30/10/2021).

Adapun waktu patroli yang di perketat kedepannya, pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB. Sementara pada malam hari patroli mulai pukul 24.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.

Baca juga:  Tawuran Tewaskan Remaja di Cikarang Dipicu Saling Ejek di Medsos

Sebelumnya beredar sebuah video adanya aksi tawuran yang dilakukan dua kelompok remaja bersenjata senjata tajam di Jalan RE. Martadinata, Tanjung Priok pada Jumat (30/10/2021) dini hari.

Dari video tersebut terlihat dua kelompok remaja saling menyerang satu sama lain dengan menggunakan senjata tajam seperti Celurit, parang bahkan ada yang menggunakan kembang api untuk menyerang.

Akibatnya, suasana disekitar Jalan RE Martadinata terlihat mencekam bahkan truk trailer ukuran besar langsung menepi dan melaju perlahan untuk menghindari adanya aksi tawuran tersebut.

Ghulam menyebut, video yang berdurasi sekitar 30 detik, merupakan peristiwa tawuran yang terjadi beberapa Minggu lalu. “Jadi gini itu kejadian dua minggu lama. Itu video lama,” ucapnya.

Adanya aksi tawuran tersebut, Ghulam mengatakan, pihaknya sudah mengamankan 15 orang. Karena pelaku tawuran masih berusia di bawah umur. Polisi hanya memberi pembinaan dan mengembalikan ke keluarganya.

“Di bawah umur jauh sekali itu anak kecil. Jadi kita kembalikan ke orang tua dan penjaminnya adalah guru sekolah dan RT dan RW setempat,” pungkasnya.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement