Antisipasi Varian MU, WNI-WNA dari Luar Negeri Wajib Karantina 8 Hari dan Tes PCR : e-Kompas.ID Lifestyle - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Antisipasi Varian MU, WNI-WNA dari Luar Negeri Wajib Karantina 8 Hari dan Tes PCR : e-Kompas.ID Lifestyle


MENGANTISIPASI masuknya Varian Mu dari luar Indonesia menjadi fokus pemerintah dalam upaya penanganan dan pengendalian Covid-19. Termasuk melakukan skrining ketat terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri. 

Data mencatat sebanyak 2,24 persen warga negara Indonesia yang kembali dari perjalanan luar negeri, teridentifikasi positif setelah kembali ke Indonesia. Walau hasil tes dari negara asal kedatangan sebelumnya dinyatakan negatif.

Sementara 0,83 persen warga negara asing yang datang ke Indonesia dinyatakan positif, setelah dites di pintu masuk kedatangan Indonesia walau sebelumnya dari negara asal kedatangan dinyatakan negatif.

Skrining di Bandara

Langkah antisipasi pun dipersiapkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI untuk mencegah masuknya virus varian baru Covid-19 ke Indonesia. Disebutkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Kemenkes tengah melakukan koordinasi pengawasan pintu-pintu masuk negara.

“Kemenkes terus melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait dalam rangka pengawasan di pintu-pintu masuk negara. Upaya ini demi mengantisipasi masuknya varian virus baru ke Indonesia,” kata dr. Siti Nadia, dalam siaran keterangan pers Mengantisipasi Varian Baru COVID-19, Jumat (10/9/2021).

Baca Juga ; Varian Mu Tembus Korea Selatan, Indonesia Harus Perketat Pintu Masuk!

Mencoba bergerak cepat, Kemenkes mengimbau pintu-pintu gerbang masuk ke Indonesia harus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya para pelaku perjalanan internasional.

“Kami mengimbau agar pintu-pintu masuk ke Indonesia, contohnya bandara dan pelabuhan laut internasional terus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional,” tambah dr. Siti Nadia

Berikut prosedur skrining dan pengawasan yang wajib dilakukan para pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

1. Tes PCR saat kedatangan: Melakukan tes PCR pertama saat hari pertama kedatangan di Indonesia. Lalu dilanjutkan karantina sampai 8 hari bila hasil tes PCR nya negatif.

2. Tes PCR hari ke-7: Tes PCR kedua ini dilakukan saat yang bersangkutan masih menjalani karantina untuk memastikan pelaku perjalanan internasional tersebut positif atau negatif dari Covid. Bila hasil tes PCR di hari ke-7 ini negatif, baru dinyatakan telah selesai menjalani karantina.

3. Karantina terpusat: Jika hasil tes PCR kedua menunjukkan hasil positif, maka yang bersangkutan harus melanjutkan karantina di tempat isolasi terpusat atau perawatan di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.

Dokter Siti Nadia menambahkan, protokol kesehatan ketat ini diharapkan bisa diterapkan oleh Satgas Covid-19, bandar udara, dan pelabuhan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Kita ketahui beberapa pintu masuk dari pelaku perjalanan internasional ini ada di beberapa Provinsi lain. Proses pemeriksaan dan karantina harus dilakukan di daerah yang menjadi pintu masuk kedatangan, seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, dan pintu-pintu masuk lain,” pungkasnya.

(hel)



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *