Connect with us

Nasional

Bagaimana Sih Ketentuan Jam Kerja Pegawai yang Ada di Indonesia?

Bagaimana Sih Ketentuan Jam Kerja Pegawai yang Ada di Indonesia?


Bagaimana Sih Ketentuan Jam Kerja Pegawai yang Ada di Indonesia?

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Indonesia (Menraker) menjelaskan tentang jam kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, upah, pesangon, cuti, PHK, dan lainnya yang berhubungan dengan ketenagakerjaan di Indonesia dan luar negeri.

Peraturan dari Menraker dibuat agar mensejahterahkan para pekerja serta menciptakan keteraturan. Beban kerja yang dirasakan oleh setiap pegawai pada masing-masing perusahaan berbeda.

Diantaranya ada yang bekerja sedari pagi hingga sore, bekerja sampai malam, hingga ada yang harus bekerja di hari liburnya. Hal itu tergantung di bidang apa perusahaan tersebut bergerak. Tidak jarang para pegawai juga diharuskan lembur apabila dituntut seperti itu.

Apa Itu Jam Kerja?
Jam kerja ialah durasi waktu melakukan pekerjaan yang berlaku di dalam sebuah perusahaan. Di Indonesia sendiri masih banyak orang yang tidak begitu memahami jam kerja.

Tentunya jam kerja merupakan bagian hak dari mereka sebagai pegawai dalam sebuah perusahaan. Terlebih lagi adanya budaya jam kerja fleksibel yang hingga saat ini semakin marak diterapkan oleh beberapa perusahaan yang ada di Indonesia.

Jam kerja adalah waktu untuk melakukan pekerjaan. Setiap perusahaan harus menaati aturan tentang penetapan jam kerja tersebut.

Terdapat jam kerja yang dihitung dari sistem lima hari kerja, enam hari kerja, serta selama seminggu yang nantinya wajib mematuhi batasan waktu jam kerja sesuai peraturan perundang-undangan.

Dasar Hukum Ketentuan Jam Kerja
Peraturan berdasarkan ketenagakerjaan sudah diatur di dalam Undang-Undang no. 13 Tahun 2003 pasal 77 sampai pasal 85. Pada pasal 77 ayat 1, Undang-Undang No. 13/ 2003 mewajibkan setiap pengusaha untuk melaksanakan ketentuan jam kerja. di dalam ketentuan jam kerja mengatur 2 sistem, yaitu sebagai berikut:

7 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu; atau
8 jam kerja dalam 1 hari atau 40 jam kerja dalam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu.
Di dalam kedua sistem jam kerja itu diberikan batasan jam kerja yakni 40 jam dalam 1 minggu. Jika melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut. Maka waktu kerja dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja berhak atas upah lembur.

Ketentuan waktu kerja di atas juga mengatur batas waktu kerja untuk 7 atau 8 sehari dan 40 jam seminggu dan tidak mengatur kapan waktu atau jam kerja dimulai dan berakhir.

Pengaturan dimulainya dan berakhirnya waktu ataupun jam kerja setiap hari dan selama kurun waktu seminggu haruslah diatur sesuai kebutuhan para pihak dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan ataupun Perjanjian Kerja Bersama.

Sektor yang Tidak Diberlakukan Jam Kerja
Beberapa sektor pekerjaan yang harus dijalankan terus menerus tanpa mengikuti jam kerja sebagaimana tercantum melalui Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 pada pasal 3 ayat 1 menjelaskan bahwa pekerjaan yang berlangsung terus-menerus itu ialah:

Pelayanan jasa transportasi
Pelayanan jasa kesehatan
Usaha pariwisata
Jasa perbaikan alat transportasi
Jasa pos dan telekomunikasi
Penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih, serta penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi
Media massa
Usaha swalayan, pusat perbelanjaan, dan sejenisnya
Lembaga konservasi
Pekerjaan di bidang pengamanan
Pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan ataupun perbaikan alat produksi

Dari peraturan di atas, maka berbagai jenis pekerjaan di atas tidak mengikuti jam kerja sesuai Undang-Undang No. 13 Tahun 2003. Akan tetapi pekerja yang bekerja lebih dari jam yang sudah ditentukan dihitung sebagai lembur dan perusahaan harus mebayar pekerja.

Durasi kerja yang melebihi waktu 7 jam sehari atau 8 jam sehari sesuai peraturan perundang-undangan tentang hari dan jam kerja disebut sebagai lembur. Waktu lembur ini berlaku paling banyak selama 3 jam per hari dan 14 jam dalam waktu sepekan. Aturan upah lembur dijelaskan secara khusus dengan perbandingan 1/173 dari upah selama satu bulan.

Jam Kerja Perempuan
Sementara itu berdasarkan pasal 76 mengatur tentang hak perempuan dan jam kerja. Seluruh tenaga kerja perempuan yang berusia kurang dari 18 tahun tidak boleh menjalani jam kerja dari jam 11 malam hingga jam 7 pagi.

Seluruh perusahaan juga dilarang untuk mempekerjakan perempuan hamil berdasarkan surat keterangan dokter yang akan membahayakan nyama dirinya beserta janinnya.

Untuk selengkapnyaaaaaaa cek di https://www.ruanghr.co.id/bagaimana-…-di-indonesia/

————–

Untuk mendapatkan informasi lainnya seputar lowongan kerja perusahaanyang membuka loker, bahkan kandidat kerja untuk ditawari loker, dan juga konsultasi seputar karir mu di RuangHR, dapat melalui link di bawah ini :
👉 RuangHR.co.id

Jangan lupa untuk mengikuti akun sosial media kami lainnya :
Instagram : https://instagram.com/ruanghr.co.id?…=17653dexo91ik
Twitter: @Ruanghrcoid
LinkedIn: RuangHR.co.id
Tiktok: @ruanghr.co.id
Group Facebook: cutt.ly/qfP1xEM
Group Telegram: bit.ly/telegramRuangHR





Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar Covid-19

Teknologi

Advertisement