Bali Jadi Penguat Kekayaan Intelektual Pelaku Parekraf, Sandiaga: Ini Sejarah Baru! : e-Kompas.ID Travel - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Bali Jadi Penguat Kekayaan Intelektual Pelaku Parekraf, Sandiaga: Ini Sejarah Baru! : e-Kompas.ID Travel

[ad_1]

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Kemenparekraf bersama Pemerintah Provinsi Bali menjadikan Pulau Dewata sebagai pilot project penguatan Kekayaan Intelektual (KI) bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan World Intellectual Property Organization (WIPO).

Sandiaga menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendukung ketahanan dan keberlanjutan pelaku parekraf khususnya skala UMKM dalam menghadapi tantangan dalam hal legalitas, manajemen kekayaan intelektual, branding, dan desain.

“Hari ini merupakan sejarah baru dengan WIPO dalam penguatan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku parekraf di Bali, khususnya di bidang spa dan kerajinan tangan atau kriya,” katanya dalam keterangan resminya.

Menparekraf Sandiaga Uno

Menparekraf, Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)

Mantan Wagub DKI Jakarta itu menyebut, dengan adanya WIPO ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk-produk pelaku ekraf. Sehingga target penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024 bisa tercapai.

Lebih lanjut, program ini nantinya akan menunjukkan peran KI dalam inovasi, kewirausahaan dan investasi di bidang pariwisata dengan membimbing serta memfasilitasi pengusaha terpilih untuk pendaftaran dan komersialisasi KI.

“HKI ini sangat penting, suatu produk yang memiliki HKI ini bisa digunakan untuk menambah omzet dan mampu membuka peluang lapangan kerja. Jika HKI bisa dijaminkan menjadi objek pembiayaan, maka dia (pelaku usaha) bisa mengembangkan usahanya tanpa harus menggadaikan rumah atau mobilnya,” terangnya.

Sementara, Wakil Gubernur Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas produk-produk ekonomi kreatif yang ada di Bali.


Follow Berita e-Kompas.ID di Google News

“Beliau (Menparekraf) memilih Bali lantaran banyak pertimbangan, juga lantaran keterpurukan lantaran pandemi Covid-19 dan UMKM pada saat itu menjadi tulang punggung kita untuk menggantikan sektor pariwisata yang saat itu jumlah kunjungannya hampir tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Director General for Regional and National Development Sector WIPO, Hassan Kleib menjelaskan, selama 11 bulan pihaknya akan memberikan pelatihan terkait desain, branding, packaging, komersialisasi, hingga registering kolektif merek atau merek bersama bagi 25 pelaku parekraf di Bali.

Menparekraf Sandiaga Uno

Menparekraf, Sandiaga Uno (Foto: Kemenparekraf)

Ia juga menyebut, bahwa kepemilikan merek bersama ini akan mengubah pola dari penjualan produksi, sehingga nilai tambahnya semakin tinggi.

“Kami sudah meluncurkan di berbagai negara, dan hampir semuanya memiliki added value. Kalau produk harga jualnya meningkat, kalau jasa, pelayanan jasanya harganya semakin tinggi,” ucap Hassan.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis e-Kompas.ID.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

[ad_2]

Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Copyright © 2025 e-Kompas.ID