Banyak Negara Tertarik Kerja Sama Travel Bubble, Australia Tunggu Target Vaksin 80 Persen : e-Kompas.ID Travel - e-Kompas.ID
Connect with us

Headline

Banyak Negara Tertarik Kerja Sama Travel Bubble, Australia Tunggu Target Vaksin 80 Persen : e-Kompas.ID Travel



MENTERI Pariwisata Australia, Dan Tehan menyatakan, banyak negara yang menyatakan tertarik menjalin kerja sama gelembung perjalanan atau travel bubble. Namun menurutnya, semua itu sangat bergantung pada kesuksesan program vaksinasi Covid-19 di negara itu.

Warga Australia yang ingin bepergian ke luar negeri mungkin masih memiliki waktu untuk menunggu, tetapi menteri federal tetap berharap sejumlah gelembung perjalanan akan terbuka pada 2022 setelah target vaksinasi 80 persen yang dicanangkan pemerintah tercapai.

“Tiga hingga empat bulan ke depan akan menjadi cobaan bagi kita semua tetapi masih ada ‘sinar matahari’ yang kuat,” kata Tehan, melansir laman News.com.au.

“Begitu kami mencapai tingkat 80 persen itu pada Natal, kami akan dapat berbelok ke ‘tikungan’,” lanjutnya.

Tehan mengakui pukulan berat pariwisata lokal telah terjadi dalam 18 bulan terakhir, dengan banyaknya bisnis terpaksa bergantung pada paket bantuan untuk tetap bertahan.

Baca juga: Australia Buka Lagi Travel Bubble Tahun Depan, Sejumlah Negara Tertarik Kerja Sama

“Saat ini pariwisata sama sulitnya dengan sebelumnya,” kata dia.

“Paket bantuan bisnis memberikan dukungan, tetapi tidak mengalir ke daerah-daerah di luar lockdown, mereka merasakan efek riaknya, kami harus memberikan dukungan,” sambung Tehan.

Menurut dia, pembukaan kembali travel bubble Selandia Baru sangat dimungkinkan. Belum lagi Kepulauan Pasifik dan Singapura kata dia, sangat tertarik untuk membuka pintu ke Australia begitu jumlah kasus dan target vaksinasi terpenuhi.

“Jelas Selandia Baru yang kami tempatkan berhasil bekerja dengan sukses,” ucap Tehan.

“Kepulauan Pasifik dan Singapura sangat ingin kami melakukan bubble dan saya telah berkomitmen untuk menyelesaikannya. Amerika Serikat sangat ingin terlibat dengan kami, kami akan bisa mendapatkan gelembung-gelembung itu di tempatnya. Tetapi pada akhirnya itu akan tergantung pada bagaimana negara-negara menghadapi virus Covid,” terangnya lagi.

Managing Director Tourism Australia, Phillipa Harrison mengungkapkan, pemesanan ke depan dari 15 tujuan wisata teratas Australia mencapai 30 persen dibanding permintaan sebelum Covid-19 melanda.

“Kami tahu orang ingin bepergian. (Tapi) kami tahu kami memiliki beberapa bulan yang sulit untuk dilalui, kami memiliki kejelasan bahwa ini tidak akan hilang, dua pasar domestik terbesar sedang terkunci,” kata Harrison.

Sementara, Tehan juga menyebut bahwa masih ada permintaan yang tinggi untuk pariwisata China.

“Kami akan menyambut turis China kembali ke Australia setelah pandemi ini diperbaiki. Kami memiliki beragam pasokan wisatawan yang datang ke Australia, kami ingin melihat pariwisata China kembali ke tingkat yang kami lihat sebelum pandemi,” tutup Tehan.



Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *