JAKARTA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menjelaskan proses investasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. OIKN menegaskan bahwa investasi yang sedang berjalan sudah melalui evaluasi dan memang prioritas untuk segera dibangun.
OIKN mencatat ada 305 surat pernyataan minat (letter of intent/LOI) investor dari seluruh dunia untuk terlibat membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dari 305 LOI, investor paling banyak yang menyatakan minat berinvestasi di IKN tentu dari Indonesia.
Dari jumlah tersebut juga, baru beberapa yang sudah direalisasikan pembangunannya, seperti hotel, mal, rumah, rumah sakit hingga ruang terbuka hijau.
Menurut Deputi Pembiayaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Agung Wicaksono, proses realisasi investasi IKN berbeda-beda waktu. Misalnya konsorsium nusnatara yang groundbreaing September 2023, sudah bergerak masuk sejak Juni 2023.
“Jadi sekitar 3 bulan dari LOI sampai groundbreaking,” ujarnya.
Tapi proses tersebut tidak bisa disamakan. Pasalnya, tergantung dengan tahap priortasiasi dari segi kesiapan perusahaan, dievaluasi hingga kemampuan keuangan diperhatikan.
“Kesiapan desain, kesesuaian lokasi dan macem-macem juga dilihat. Ada juga yang 2022 (LOI) masih berporses karena kita cari lahan sesuai dan tata ruang dijaga karena jangan sampai dilanggar,” ujarnya.
Agung menerangkan, dari tahapan LOI sampai groundbreaking, masih banyak tahapan lain yang harus dilewati. Pertama, penyeerahan LOI, kedua tahap tinjauan dan penilaian sektor sekala prioritas LOI.
Follow Berita e-Kompas.ID di Google News
Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari e-Kompas.ID hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya


You must be logged in to post a comment Login