JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memamerkan capaian keberhasilan menurunkan indeks kemacetan di Ibu Kota. Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Forum Urban 20 atau U20 dengan tema ‘Jakarta E-Mobility’.
“Kami sangat bangga dan terlebih lagi, setiap kali kami berbicara tentang kemacetan. Jakarta adalah salah satu kota paling padat di dunia. Berdasarkan TomTom Traffic Index, di tahun 2017 kita ada di nomor empat di seluruh dunia sebagai kota paling macet di dunia,” kata Anies dalam acara U20 Jakarta E-Mobililty secara virtual di YouTube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (1/3/2022).
Anies mengklaim bahwa penurunan indeks kemacetan tak terlepas dari program transformasi transportasi publik yang terintegrasi di Jakarta.
Baca juga: Dukung Program Pusat, Anies Canangkan Armada Bus Listrik di Jakarta
“Kami bersyukur sejak transformasi transportasi publik, dimulai pada awal 2018, peringkat kami di kota paling padat. Kemudian, pada 2017 kami adalah nomor 4, pada 2018 kami turun ke nomor 7, tahun 2019 kita turun ke urutan 10. Kita masih masuk 10 besar. Kami tidak suka di 10 besar, kami suka tersingkir,” ujarnya.
“Jadi pada tahun 2020, kami berada di peringkat 31 di seluruh dunia. Dan pada tahun 2021 kami turun ke nomor 46. Jadi bayangkan dalam lima tahun dengan penurunan dari keempat, kota paling padat di dunia,” tambahnya.
Baca juga: Dorong Transportasi Terintegrasi, Anies Targetkan Jakarta Nol Emisi 2050


You must be logged in to post a comment Login