Berita F1: Bos Red Bull Racing mengaku keberatan dengan perubahan sayap belakang mobil bagi tim yang dianggap melanggar regulasi karena membutuhkan biaya yang tak sedikit.
Saat GP Spanyol, Lewis Hamilton menyebut mobil Red Bull RB16B mampu melaju sangat cepat di lintasan lurus yang banyak terdapat di Sirkuit Catalunya. Ia pun menduga keunggulan rival utamanya itu disebabkan oleh sayap belakang mobil yang fleksibel.
“Mereka memiliki sayap (belakang) yang fleksibel. Peranti tersebut bisa membuat Anda lebih cepat sekira 0,3 detik per lap,” ujar Hamilton. Seperti yang dikutip dari laman Motorsport.com.
Bos Red Bull, Christian Horner, kemudian memberikan tanggapan soal komentar pebalap Mercedes tersebut. Horner menegaskan bahwa seluruh komponen mobil RB16B sudah lolos tes pengujian mobil yang diadakan FIA.
Namun, regulator F1, menanggapi keluhan Hamilton dan memutuskan untuk mengadakan uji sayap belakang baru mulai 15 Juni 2021. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah sayap belakang menekuk secara berlebihan, seperti yang terjadi saat ini, meskipun telah menjalani uji coba sebelumnya.
Karena penyesuaian yang terbilang cukup rumit, tiap tim diberi masa transisi selama satu bulan, dan nilai limit masih bisa dilampaui hingga 20 persen.
“Ini membutuhkan waktu karena Anda tidak bisa begitu saja membayangkan sayap belakang baru. Kami harus membuat sejumlah penyesuaian dan itu akan membutuhkan waktu, anggaran, dan sumber daya besar. Kami bukan satu-satunya tim yang akan terimbas,” ungkap Horner.
“Mungkin ini akan menjadi masalah lebih besar bagi Alfa Romeo dan tim-tim lain yang sudah membatasi anggarannya,” pria asal Inggris itu menambahkan.
Horner sendiri menaksir biaya untuk merevisi sayap belakang bisa mencapai 500 ribu dolar AS (sekira Rp7,2 miliar).
Ia pun menekankan bahwa tes kelenturan sayap belakang dengan menaruh beban di atasnya ini sering berubah. Selain itu, tes tersebut hanya akan memengaruhi sebagian mobil.
“Jika Anda mengubah tes beban untuk sayap depan akhir pekan ini dan kami melihat lebih banyak fleksibilitas di sana, maka setiap tim akan terpengaruh. Beberapa bahkan mengalaminya lebih banyak daripada yang lain,” tutur Horner.
Artikel Tag: Red Bull Racing, Christian Horner, F1 2021
You must be logged in to post a comment Login